“Kemenangan menjadi hal paling manis ketika Anda telah mengenal kekalahan.” Malcom Stevenson Forbes (1919-1990), penerbit majalah Forbes “Nasihat yang baik sering diabaikan, tapi tidak ada alasan untuk tidak memberikannya.” Agatha Christie (1890-1976), detektif dan novelis asal Inggris “Saya bisa menerima kegagalan, tapi saya tidak bisa menerima segala hal yang tak pernah diusahakan.” Michael Jordan , pebasket legendaries Amerika Serikat “Dari satu kesalahan ke kesalahan lain, manusia menemukan kebenaran.” Sigmund Freud (1856-1939), ahli syaraf penemu analisis kejiwaan asal Austria “Saya tidak berharap menjadi segalanya untuk setiap orang, Saya lebih suka menjadi sesuatu untuk seseorang.” Javan, ilmuwan kelahiran Iran penemu teknologi gas laser “Kekerasan adalah perlindungan terakhir bagi sebuah ketidakmampuan.” Isaat Asimov (1920-1992), penulis dan ahli biokimia Amerika Serikat kelahiran Rusia - Orang Lemah tidak pernah bisa memaafkan, karena memberi maaf hanya dapat dilakukan oleh orang yang kuat. *Jack Silupapulang - Pemuja Cinta dan Pencinta Perdamaian - Jangan melihat darimana dia berasal, tapi lihatlah keman dia akan menuju. Jangan pernah melihat siapa yang berbicara, tapi dengarkan apa yang dia bicarakan. - Berenang mengikuti arus akan lebih cepat sampai ke tujuan, daripada berenang melawan arus. - Saat rasa angkuh mulai menghinggapimu, maka cobalah tengok ke belakang. Ingatlah masa-masa sulitmu, itulah yang sanggup meredam keangkuhanmu. - Totalitas itu mutlak bagiku. Jangan pernah setengah-setengah bila mengerjakan sesuatu karna itu akan mengganggu pikiran dan berakibat buruk ke depannya. *Jack Sparrow _ Pirates Of The Caribbean - Lebih baik untuk tidak mengetahui yang mana yang akan jadi saat-saat terakhirmu, karena hidup kita adalah kumpulan misteri yang tak terbatas. - Seorang Pria Sejati akan membiarkan Sang Wanita mempertahankan cerita karangannya sendiri. *Chinmi - Kungfu Boy - Kepercayaan tidak bisa di buat, tapi dilahirkan. *Sanji - One Piece - Memaafkan kesalahan wanita adalah tugas seorang lelaki sejati. *Jimmy Hendrix (1942-1970) - Gitaris dan Penyanyi Rock AS - Ketika kekuatan cinta mengalahkan kecintaan terhadap kekuasaan, dunia akan mengenal perdamaian. *Mahatma Gandhi (1869-1948) - Pemimpin Spiritual India - Orang Lemah tidak pernah bisa memaafkan, karena memberi maaf hanya dapat dilakukan oleh orang yang kuat. *Confucius (551-479 SM) - Filsuf China - Hanya orang yang paling bijaksana dan yang paling bodoh yang tidak pernah berubah. *Tiger Woods - Pegolf Terkenal AS - Jangan pernah sekalipun mendengar harapan orang lain. Lalui jalan hidupmu sendiri dan hiduplah dengan harapan-harapanmu. *Soichiro Honda - Pendiri Honda Motor Company - Sukses adalah sembilan puluh sembilan persen kegagalan. *Galileo Galilei (1564-1642) - Filsuf dan Pakar Matematika Italia - Anda tidak bisa mengajari sesuatu kepada seseorang. Anda hanya dapat membantu orang itu menemukan sesuatu dalam dirinya. - Dicintai dengan tulus oleh seseorang memberimu kekuatan, mencintai seseorang dengan tulus memberimu keberanian. Abraham Lincoln - Presiden AS ke 16 -Saya memang seorang yang melangkah dengan lambat, tetapi saya tidak akan pernah berjalan mundur ke belakang. -Hampir semua pria memang mampu menghadapi kesulitan. Namun jika anda ingin menguji karakter sejati pria, berilah dia kekuasaan. Thomas J.Watson Jangan mencari kawan yang membuat Anda merasa nyaman,tetapi carilah kawan yang memaksa Anda terus berkembang Bhagavad Gita Manusia dibentuk dari keyakinannya. Apa yang ia yakini, itulah dia Albert Einstein Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan Walt Disney Jika Anda dapat memimpikannya, Anda dapat melakukannya George S. Patton Kesalahan terbesar adalah tidak pernah membuat keputusan. Setiap perawan tua sepakat dengan saya Jack Trout Tidak seorang pun akan mengikuti Anda jika Anda tidak tahu kemana harus melangkah Promod Brata Jika Anda ingin berbahagia selama satu jam, silakan tidur siang. Jika Anda ingin berbahagia selama satu hari, pergilah berpiknik. Bila Anda ingin berbahagia seminggu, pergilah berlibur. Bila Anda ingin berbahagia selama sebulan, menikahlah. Bila Anda ingin berbahagia selama setahun, warisilah kekayaan. Jika Anda ingin berbahagia seumur hidup, cintailah pekerjaan Anda Henry Ford Apabila kita takut gagal,itu berarti kita telah membatasi kemampuan kita Henry Ford Salah satu penemuan terbesar umat manusia adalah bahwa mereka bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya mereka sangka tidak bisa dilakukan Pepatah Cina kuno Perjalanan sejauh 1000mil dimulai dengan 1 langkah Pepatah cina kuno Orang yang berbuat jahat,meskipun bencana belum datang tetapi rezeki telah menjauhinya Orang yang berbuat baik,meskipun rezeki belum datang tetapi bencana telah menjauhinya Franklin D. Roosevelt Satu-satunya batasan realisasi kita akan hari esok adalah keraguan kita akan hari ini. Thomas Edison Selalu ada cara yang lebih baik untuk segala hal. Temukanlah. Gail Sheehy Jika setiap hari adalah awal, maka kau tidak akan pernah tua. Kau hanya akan tumbuh. Norman Vincent Peale Jadilah seseorang yang percaya bahwa selalu ada kemungkinan dalam segala hal. Tidak peduli betapa gelap tampaknya hal-hal yang terjadi disekelilingmu, angkat wajahmu dan lihatlah kemungkinan yang ada-carilah selalu, karena kemungkinan itu selalu ada. Albert Einstein Hanya ada dua cara untuk menjalani hidup. Dengan memandang bahwa tak ada sesuatu pun yang merupakan keajaiban. Satu lagi adalah dengan memandang bahwa segala sesuatu adalah keajaiban. Winston Churchill Orang-orang pesimis melihat kesulitan dalam setiap kesempatan. Orang-orang optimis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan. Brenden Francis Seorang pria sudah setengah jatuh cinta kepada wanita yang mau mendengarkan omongannya dengan penuh perhatian Thomas Jefferson Saya lebih suka lamunan untuk masa akan datang daripada sejarah masa lalu.
Rabu, 07 November 2012
Kutipan Orang Hebat
Sabtu, 07 Juli 2012
Telekinesis
Dari antara banyak kemampuan unik manusia, Telekinesis adalah salah satu yang paling kontroversial. Berbeda dengan telepati yang lebih bisa diterima di kalangan sains, telekinesis masih dianggap sebagai salah satu fenomena yang tidak bisa dibuktikan secara sains, walaupun keberadaannya cukup diterima oleh banyak ilmuwan lainnya.
Banyak orang percaya kalau kemampuan telekinesis tidak lebih dari sebuah kekuatan supranatural yang berkaitan dengan aktifitas iblis. Sebagian lagi menolak anggapan itu dan percaya kalau manusia sesungguhnya diciptakan dengan menyimpan potensi kekuatan paranormal yang menunggu untuk dibangkitkan.
Sekarang, kita akan melihat bagaimana telekinesis mewarnai dunia sains dan bagaimana kontroversi yang ditimbulkannya.
Psychokinesis/Telekinesis
Istilah Telekinesis pertama kali digunakan pada tahun 1890 oleh seorang peneliti paranormal Rusia bernama Alexander N. Aksakof. Pada tahun 1914, istilah Psychokinesis digunakan oleh penulis Amerika bernama Henry Holt yang kemudian diadopsi oleh sahabatnya, paranormal Amerika bernama J.B. Rhine pada tahun 1934, untuk merujuk kepada kemampuan mengubah hasil lemparan dadu.
Sejak itu, dua sebutan ini sama-sama digunakan untuk menyebut kemampuan yang sama, yaitu kemampuan untuk mempengaruhi pergerakan sebuah benda dari jarak jauh. Ini bisa meliputi mengangkat, menggetarkan, membengkokkan, mematahkan atau menggerakkan benda hingga mengangkat diri sendiri melayang di udara (levitation).
Para peneliti dari komunitas parapsikologi lebih suka menggunakan istilah Psychokinesis, sementara budaya populer seperti film dan buku lebih suka menggunakan istilah telekinesis.
Konsep Psychokinesis (PK)
Konsep yang ada di balik Psychokinesis/Telekinesis adalah argumen kalau semua benda memiliki energi. Ini membuat kita dapat menggerakkan benda tersebut dengan cara menghubungkan energi mental kita dengan energi benda tersebut.
Dengan latihan konsentrasi yang cukup rumit, seseorang disebut mampu membangkitkan kekuatan itu, mulai dari menggerakkan hal-hal yang kecil seperti atom (Mikro PK) hingga hal-hal yang lebih besar seperti sendok (Makro PK).
Salah satu eksperimen yang berkaitan dengan mikro PK pernah dilakukan di ruang bawah tanah Varian Physics Building di Stanford University. Pada waktu itu, subjek eksperimen adalah seorang paranormal ternama bernama Ingo Swann. Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk mengetahui apakah Ingo dapat mempengaruhi medan magnet yang diciptakan di dalam sebuah ruangan tertutup di bawah lantai gedung.
Ketika Ingo mulai memfokuskan pikirannya pada medan magnet tersebut, frekuensi osilasi pada magnetometer menjadi berlipat ganda selama sekitar 30 detik. Walaupun Ingo gagal mematikan medan magnet tersebut, namun eksperimen ini dianggap berhasil membuktikan adanya kemampuan Psychokinesis Mikro pada manusia.
Ingo Swann kemudian menjadi salah seorang yang memegang peranan penting dalam proyek Stargate militer Amerika. Kalian bisa membaca mengenainya disini.
Lalu, bagaimana dengan Psychokinesis Makro?
Para Saksi Psychokinesis Makro
Michael Crichton, seorang penulis berkebangsaan Amerika yang menulis novel laris Jurrasic Park mengklaim kalau ia pernah berhasil membengkokkan sendok dengan pikirannya ketika ia sedang mengunjungi sebuah "Pesta membengkokkan sendok". Ia mendeskripsikan pengalamannya ini dalam bukunya yang berjudul Travels yang terbit tahun 1988:
"Saya melihat ke bawah. sendok itu mulai membengkok. Saya bahkan tidak menyadarinya sebelumnya.
Logam itu menjadi lembut seperti sebuah plastik yang lunak. Sendok itu tidak memanas sama sekali, hanya sedikit menghangat. Lalu, saya bisa membengkokkan mulut sendok itu hanya dengan menggunakan ujung jari saya.
Ini tidak membutuhkan tenaga sama sekali. Saya menyingkirkan sendok itu, lalu mencobanya lagi dengan sebuah garpu. Setelah menggosok beberapa lama, garpu itu membengkok seperti pretzel.
Sangat mudah. Saya melihat ke sekeliling ruangan dan melihat anak-anak kecil berusia delapan atau sembilan tahun membengkokkan logam-logam besar. Ini bukan rekayasa karena mereka tidak bermaksud untuk menipu siapa-siapa."
Namun, Crichton mengakui kalau ia juga tidak mengetahui mengapa sendok itu bisa membengkok.
Peneliti senior di Institute of Noetic Sciences bernama Dean Radin juga mengklaim kalau ia berhasil membengkokkan sebuah sendok dengan kekuatan pikiran ketika sedang mengadakan eksperimen bersama rekan-rekan lainnya.
Institute of Noetic Sciences sendiri adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh astronot Edgar Mitchell dan investor bernama Paul N. Temple yang bertujuan untuk meneliti potensi tersembunyi manusia. Subjek penelitian mereka termasuk diantaranya meditasi, kemampuan paranormal, penyembuhan alternatif dan lainnya. Insititute ini menjadi populer ketika Dan Brown mengangkatnya dalam novelnya The Lost Symbol.
Mengenai Psychokinesis, Radin mengatakan:
"Mungkin dalam 50 tahun ke depan, kita akan menggunakan psychokinesis untuk membuka pintu garasi kita atau mengubah saluran televisi kita."
Selain Crichton dan Radin, seorang profesor dari Boston University bernama Robert M. Scoch juga percaya dengan keberadaan kemampuan ini. Ia bercerita kalau ia pernah melihat sebuah buku meloncat dari raknya ketika ia sedang berada di sebuah ruangan yang di dalamnya juga ada seorang ahli telekinesis wanita.
Kamis, 24 Mei 2012
Minggu, 13 Mei 2012
Rabu, 02 Mei 2012
Rahasia menjadi orang beruntung
Kita semua pasti
mengenal tokoh si Untung dalam komik Donald Bebek. Berlawanan dengan
Donald yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada
saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang bernama
asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak
pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donald. Jika Untung dan
Donald berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang di
jalan pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung
seperti si Untung, don't worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.
Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang-orang beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.
Misalnya, dalam salah satu penelitian The Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada 2 kelompok tadi. Orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa? Ya, karena sebelumnya pada halaman ke-2, Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “Berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah-tengah koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “Berhenti menghitung sekarang dan beritahu ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!”. Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar-benar sial.
Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:
1. Sikap terhadap peluang
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Ternyata orang-orang yang beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.
Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain, ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian, Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.
2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.
Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba-tiba ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba-tiba mendengar suara yang tidak ketahuan sumbernya, bisa-bisa saya jatuh pingsan. Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara. Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:
-Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba-tiba deg-degan ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat-isyarat tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba-tiba meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba-tiba meriang lagi.
-Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian, saya ternyata bekerja di kantor tersebut.
3. Selalu berharap kebaikan akan datang
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.
4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka, setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tesnya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank, dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “Wah sial bener ada di tengah-tengah perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “Untung saya ada di sana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya, orang yang beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.
Sekolah Keberuntungan
Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School. Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang-orang semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi. Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yang mereka tuliskan. Dan ketika mereka melihat beberapa hari ke belakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.
sumber : terselubung
Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang-orang beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.
Misalnya, dalam salah satu penelitian The Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada 2 kelompok tadi. Orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa? Ya, karena sebelumnya pada halaman ke-2, Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “Berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah-tengah koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “Berhenti menghitung sekarang dan beritahu ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!”. Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar-benar sial.
Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:
1. Sikap terhadap peluang
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Ternyata orang-orang yang beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.
Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain, ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian, Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.
2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.
Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba-tiba ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba-tiba mendengar suara yang tidak ketahuan sumbernya, bisa-bisa saya jatuh pingsan. Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara. Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:
-Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba-tiba deg-degan ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat-isyarat tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba-tiba meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba-tiba meriang lagi.
-Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian, saya ternyata bekerja di kantor tersebut.
3. Selalu berharap kebaikan akan datang
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.
4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka, setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tesnya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank, dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “Wah sial bener ada di tengah-tengah perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “Untung saya ada di sana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya, orang yang beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.
Sekolah Keberuntungan
Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School. Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang-orang semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi. Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yang mereka tuliskan. Dan ketika mereka melihat beberapa hari ke belakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.
sumber : terselubung
Kamis, 26 April 2012
Sejarah berdirinya Manchester United

Klub ini dibentuk pada tahun 1878 dengan nama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railway Football Club (Newton Heath LYR F.C.) oleh para pekerja rel kereta api di Newton Heath. Mereka bermain di sebuah lapangan kecil di North Road, dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama lima belas tahun, sebelum pindah ke Bank Street di kota dekat Clayton pada 1893. Tim sudah menjadi anggota Football League setahun sebelumnya dan mulai memutuskan hubungannya dengan stasiun kereta api, untuk menjadi sebuah perusahaan mandiri, mengangkat seorang sekretaris dan membuang nama belakang "LYR" sehingga menjadi Newton Heath F.C saja.
Namun pada tahun 1902, tim nyaris bangkrut, dengan utang lebih dari £2500 dan bahkan lapangan Bank Street mereka pun telah ditutup. Hanya beberapa saat sebelum klub diputuskan untuk dibubarkan, klub tiba-tiba mendapatkan suntikan dana dari J.H. Davies, direktur sebuah perusahaan bir Manchester Breweries. Ceritanya adalah sang kapten tim, Harry Stafford, memamerkan anjingnya pada acara pengumpulan dana untuk klub. Anjing berjenis St. Bernard itu ditaksir oleh Davies dan ia ingin membelinya. Tawaran itu ditolak Stafford dan sebagai gantinya ia menawarkan Davies untuk menginvestasikan uangnya pada klub sepakbolanya sekaligus menjadi chairman Newton Heath FC.

Tawaran itu diterima dan selamatlah Newton Heath dari kebangkrutan. Setelah itu diadakanlah sebuah rapat untuk mengganti nama klub untuk menandai awal kebangkitan klub. Nama ‘Manchester Central’ dan ‘Manchester Celtic’ mencuat untuk menjadi kandidat kuat nama baru sebelum Louis Rocca, seorang anak muda imigran Italia, berkata “Bapak-bapak, mengapa tidak kita pakai nama Manchester United ?” Nama yang diusulkan Rocca disetujui dan secara resmi mulai dipakai pada 26 April 1902. Davies sang chairman baru, juga memutuskan untuk mengganti warna tim dari hijau keemasan menjadi merah-putih sebagai warna Manchester United.
sumber : terselubung
Minggu, 22 April 2012
Fenomena DeJavu
Pernahkan
anda mengunjungi sebuah rumah untuk pertama kalinya dan tiba-tiba anda
merasa familiar dengan rumah tersebut ? Atau pernahkah anda berada dalam
suatu peristiwa ketika tiba-tiba anda merasa bahwa anda sudah
mengalaminya walaupun anda tidak dapat mengingat kapan terjadinya ?
itulah deja vu, salah satu fenomena misterius dalam kehidupan manusia.
"Om, saya merasakan bahwa saya pernah melakukan hal yang sama, gerakan yang sama dan lain- lain"
Suatu hari, kalimat di atas masuk ke kotak komentar di blog ini. Walaupun kalimat itu terdengar menakutkan dan misterius, tapi untuk kasus ini sepertinya saya punya jawabannya. Inilah yang disebut deja vu.
Banyak dari kita yang sudah pernah mendengar kata ini, tapi mungkin hanya sedikit yang mengetahui artinya.
Definisi Deja Vu
Deja vu berasal dari kata Perancis yang berarti "telah melihat". Kata ini mempunyai beberapa turunan dan variasi seperti deja vecu (telah mengalami), deja senti (telah memikirkan) dan deja visite (telah mengunjungi). Nama Deja Vu ini pertama kali digunakan oleh seorang ilmuwan Perancis bernama Emile Boirac yang mempelajari fenomena ini tahun pada 1876.
Selain deja vu, ada lagi kata Perancis yang merupakan lawan dari deja vu, yaitu Jamais Vu, yang artinya "tidak pernah melihat". Fenomena ini muncul ketika seseorang untuk sementara waktu tidak dapat mengingat atau mengenali peristiwa atau orang yang sudah pernah dikenal sebelumnya. Saya rasa sebagian dari kalian juga sering mengalaminya.
Sebelum kita melihat mengenai deja vu, pertama, kita perlu mengetahui apa yang disebut dengan "Recognition Memory", atau memori pengenal.
Recognition Memory
Recognition Memory adalah sebuah jenis memori yang menyebabkan kita menyadari bahwa apa yang kita alami sekarang sebenarnya sudah pernah kita alami sebelumnya.
Otak kita berfluktuasi antara dua jenis Recognition Memory, yaitu Recollection dan Familiarity. Kita menyebut sebuah ingatan sebagai Recollection (pengumpulan kembali) jika kita bisa menyebutkan dengan tepat seketika itu juga kapan situasi yang kita alami pernah muncul sebelumnya. Contoh, jika kita bertemu dengan seseorang di toko, maka dengan segera kita menyadari bahwa kita sudah pernah melihatnya sebelumnya di bus.
Sedangkan ingatan yang disebut Familiarity muncul ketika kita tidak bisa menyebut dengan pasti kapan kita melihat pria tersebut. Deja Vu adalah contoh Familiarity.
Selama terjadi Deja Vu, kita mengenali situasi yang sedang kita hadapi, namun kita tidak tahu dimana dan kapan kita pernah menghadapinya sebelumnya.
Percaya atau tidak, 60 sampai 70 persen manusia di bumi ini paling tidak pernah mengalami deja vu minimal sekali, apakah itu berupa pandangan, suara, rasa atau bau. Jadi, jika anda sering mengalami deja vu, jelas anda tidak sendirian di dunia ini.
Teori-Teori Deja Vu
Walaupun Emile Boirac sudah meneliti fenomena ini sejak tahun 1876, namun ia tidak pernah secara tuntas menyelesaikan penelitiannya. Karena itu, banyak peneliti telah mencoba untuk memahami fenomena ini sehingga akhirnya kita mendapatkan Paling tidak 40 teori yang berbeda mengenai deja vu, mulai dari peristiwa paranormal hingga gangguan syaraf.
Pada tulisan ini, tidak mungkin saya membahas 40 teori tersebut satu persatu. Jadi saya akan memilih beberapa teori yang saya anggap perlu diketahui. Pertama, saya akan mulai dari teori psikolog legendaris, Sigmund Freud. Tapi sebelum itu, saya ingin menunjukkan kepada kalian sebuah gambar yang sangat terkenal. Ini dia :

Foto di atas adalah foto ilustrasi "Puncak gunung es" yang terkenal. Para ahli "otak" sering menggunakan ilustrasi di atas untuk menunjukkan seperti apa pikiran kita yang sebenarnya. Permukaan air adalah batas kesadaran kita. Pikiran Sadar kita adalah bongkahan yang muncul di atas permukaan laut. Sedangkan pikiran bawah sadar adalah bongkahan raksasa yang ada di dalam laut.
Menurut mereka, sesungguhnya sebagian besar informasi yang kita terima tersimpan di pikiran bawah sadar kita dan belum muncul ke permukaan. Hanya sebagian kecil dari informasi yang kita terima benar-benar kita ingat atau sadari. Prinsip ini adalah kunci penting untuk memahami Deja Vu.
Gangguan akses memori
Sigmund Freud yang sering dijuluki sebagai bapak psikoanalisa pernah meneliti mengenai fenomena ini dan ia percaya bahwa seseorang akan mengalami Deja Vu ketika ia secara spontan teringat dengan sebuah ingatan bawah sadar. Karena ingatan itu berada pada area bawah sadar, isi ingatan tersebut tidak muncul karena dihalangi oleh pikiran sadar, namun perasaan familiar tersebut bocor keluar.
Teori Freud ini terbukti menjadi landasan bagi teori-teori yang muncul berikutnya.
Namun sebelum saya membahas teori-teori yang lain, saya ingin mengajak kalian untuk mengenal satu kata ini terlebih dahulu, yaitu "Subliminal". Subliminal berasal dari kata latin, yaitu "sub" dan "Limin atau Limen". "Sub" berarti bawah, sedangkan "Limin" berarti ambang batas. Dalam artian psikologi, subliminal berarti beroperasi dibawah sadar.
Lagi-lagi berhubungan dengan bawah sadar. Maksud saya memperkenalkan kata ini adalah untuk memahami teori di bawah ini.
Perhatian yang terpecah - teori ponsel
Seorang peneliti bernama Dr. Alan Brown pernah mengadakan eksperimen yang diharapkan bisa menciptakan ulang proses deja vu. Dalam percobaannya, ia dan rekannya Elizabeth Marsh memberikan sugesti subliminal kepada subjek penelitiannya.
Mereka menunjukkan sekumpulan foto yang menunjukkan lokasi-lokasi yang berbeda kepada sekelompok pelajar dengan maksud bertanya kepada mereka mana yang dianggap paling familiar bagi mereka. Dalam percobaan ini, semua pelajar yang diuji belum pernah mengunjungi lokasi-lokasi yang ada di foto tersebut.
Namun sebelum mereka menunjukkan foto-foto itu, terlebih dahulu mereka menayangkan sebagian foto itu di layar dengan kecepatan subliminal sekitar 10 sampai 20 milidetik. Kecepatan itu cukup bagi otak manusia untuk menyimpan informasi itu di bawah sadar, namun tidak cukup bagi para pelajar itu untuk menyadari dan menaruh perhatian padanya.
Dalam percobaan ini terbukti bahwa lokasi-lokasi pada foto-foto yang sudah ditayangkan dengan kecepatan subliminal dianggap paling familiar bagi para pelajar itu.
Eksperimen serupa pernah diadakan oleh Larry Jacobi dan Kevin Whitehouse dari Washington University. Bedanya, mereka menggunakan sekumpulan kata-kata, bukan foto. Namun hasil yang didapat sama dengan eksperimen Dr. Alan Brown.
Berdasarkan pada hasil eksperimennya, Dr. Alan Brown kemudian mengajukan sebuah teori yang disebut sebagai teori ponsel (atau perhatian yang terpecah).
Teori ini mengatakan bahwa ketika perhatian kita terpecah, maka, secara subliminal, otak kita akan menyimpan informasi mengenai kondisi di sekeliling kita namun tidak benar-benar menyadarinya. Ketika perhatian kita mulai fokus kembali, maka segala informasi mengenai sekeliling kita yang tersimpan secara subliminal akan "terpanggil" keluar sehingga kita merasa lebih familiar. Ini sama seperti bongkahan es di bawah permukaan air yang naik ke atas permukaan.
Contoh, jika kita memasuki sebuah rumah sambil ngobrol dengan orang lain, maka perhatian kita tidak akan terpaku kepada kondisi rumah itu, namun otak kita telah menyimpan informasi itu secara subliminal di bawah sadar. Ketika kita selesai ngobrol, pikiran kita mulai fokus dan informasi yang tersimpan di bawah sadar mulai muncul. Seketika itu juga kita mulai merasa familiar dengan rumah itu.
Jadi, berdasarkan teori ini, deja vu tidak berhubungan dengan kejadian di masa lalu yang telah berlangsung lama.
Memori dari sumber lain
Ada lagi teori yang lain. Teori ini percaya bahwa otak kita menyimpan banyak memori yang datang dari berbagai aspek kehidupan kita, seperti film yang kita tonton, gambar ataupun buku yang kita baca. Informasi-informasi ini kita simpan tanpa kita sadari. Sejalan dengan lewatnya waktu, maka ketika kita mengalami peristiwa yang mirip dengan informasi yang pernah kita simpan, maka memori yang tersimpan di bawah sadar kita akan bangkit kembali.
Contoh, sewaktu kecil, mungkin kita pernah menonton sebuah film yang memiliki adegan di sebuah tugu atau monumen. Ketika dewasa, kita mengunjungi tugu ini dan tiba-tiba kita merasa familiar walaupun kita tidak ingat dengan film tersebut.
Teori ini mirip dengan teori ponsel, tapi teori ini setuju bahwa deja vu berhubungan dengan kejadian yang telah berlangsung lama di masa lampau.
Teori Pemrosesan Ganda (visi yang tertunda)
Dalam banyak hal, teori-teori mengenai penyebab Deja Vu tidak berbeda jauh dari yang diajukan oleh Sigmund Freud. Namun seorang peneliti bernama Robert Efron berusaha melihat lebih jauh kedalam mekanisme otak, bukan sekedar pikiran sadar atau tidak sadar. Walaupun sangat teknikal, teori yang diajukannya dianggap sebagai salah satu teori Deja Vu terbaik yang pernah ada.
Teori Efron ini berhubungan dengan bagaimana cara otak kita menyimpan memori jangka panjang dan jangka pendek. Ia menguji teori ini pada tahun 1963 di rumah sakit Veteran Boston. Menurutnya, respon syaraf yang terlambat dapat menyebabkan deja vu. Hal ini disebabkan karena Informasi yang masuk ke pusat pemrosesan di otak melewati lebih dari satu jalur.
Efron menemukan bahwa Lobus Temporal dari otak bagian kiri bertanggung jawab untuk mensortir informasi yang masuk. ia juga menemukan bahwa Lobus Temporal ini menerima informasi yang masuk dua kali dengan sedikit delay antara dua transmisi tersebut.
Informasi yang masuk pertama kali langsung menuju Lobus Temporal, sedangkan yang kedua kali mengambil jalan berputar melewati otak sebelah kanan terlebih dahulu.
Jika delay yang terjadi sedikit lebih lama dari biasanya, maka otak akan memberikan catatan waktu yang salah atas informasi tersebut dengan menganggap informasi tersebut sebagai memori masa lalu.
Deja Vu - Sepertinya saya pernah menulis ini.
Tidak, saya cuma bercanda. Ini pertama kalinya saya menulis mengenai Deja Vu. Walaupun tidak menakutkan seperti fenomena Doppelganger yang juga sering dihubungkan dengan aktifitas otak, Deja Vu tetap dianggap sebagai fenomena yang luar biasa misteriusnya.
Tapi jika kalian bertanya mengenai pendapat saya, maka saya rasa Sigmund Freud telah memecahkan misterinya.
sumber : terselubung
"Om, saya merasakan bahwa saya pernah melakukan hal yang sama, gerakan yang sama dan lain- lain"
Suatu hari, kalimat di atas masuk ke kotak komentar di blog ini. Walaupun kalimat itu terdengar menakutkan dan misterius, tapi untuk kasus ini sepertinya saya punya jawabannya. Inilah yang disebut deja vu.
Banyak dari kita yang sudah pernah mendengar kata ini, tapi mungkin hanya sedikit yang mengetahui artinya.
Definisi Deja Vu
Deja vu berasal dari kata Perancis yang berarti "telah melihat". Kata ini mempunyai beberapa turunan dan variasi seperti deja vecu (telah mengalami), deja senti (telah memikirkan) dan deja visite (telah mengunjungi). Nama Deja Vu ini pertama kali digunakan oleh seorang ilmuwan Perancis bernama Emile Boirac yang mempelajari fenomena ini tahun pada 1876.
Selain deja vu, ada lagi kata Perancis yang merupakan lawan dari deja vu, yaitu Jamais Vu, yang artinya "tidak pernah melihat". Fenomena ini muncul ketika seseorang untuk sementara waktu tidak dapat mengingat atau mengenali peristiwa atau orang yang sudah pernah dikenal sebelumnya. Saya rasa sebagian dari kalian juga sering mengalaminya.
Sebelum kita melihat mengenai deja vu, pertama, kita perlu mengetahui apa yang disebut dengan "Recognition Memory", atau memori pengenal.
Recognition Memory
Recognition Memory adalah sebuah jenis memori yang menyebabkan kita menyadari bahwa apa yang kita alami sekarang sebenarnya sudah pernah kita alami sebelumnya.
Otak kita berfluktuasi antara dua jenis Recognition Memory, yaitu Recollection dan Familiarity. Kita menyebut sebuah ingatan sebagai Recollection (pengumpulan kembali) jika kita bisa menyebutkan dengan tepat seketika itu juga kapan situasi yang kita alami pernah muncul sebelumnya. Contoh, jika kita bertemu dengan seseorang di toko, maka dengan segera kita menyadari bahwa kita sudah pernah melihatnya sebelumnya di bus.
Sedangkan ingatan yang disebut Familiarity muncul ketika kita tidak bisa menyebut dengan pasti kapan kita melihat pria tersebut. Deja Vu adalah contoh Familiarity.
Selama terjadi Deja Vu, kita mengenali situasi yang sedang kita hadapi, namun kita tidak tahu dimana dan kapan kita pernah menghadapinya sebelumnya.
Percaya atau tidak, 60 sampai 70 persen manusia di bumi ini paling tidak pernah mengalami deja vu minimal sekali, apakah itu berupa pandangan, suara, rasa atau bau. Jadi, jika anda sering mengalami deja vu, jelas anda tidak sendirian di dunia ini.
Teori-Teori Deja Vu
Walaupun Emile Boirac sudah meneliti fenomena ini sejak tahun 1876, namun ia tidak pernah secara tuntas menyelesaikan penelitiannya. Karena itu, banyak peneliti telah mencoba untuk memahami fenomena ini sehingga akhirnya kita mendapatkan Paling tidak 40 teori yang berbeda mengenai deja vu, mulai dari peristiwa paranormal hingga gangguan syaraf.
Pada tulisan ini, tidak mungkin saya membahas 40 teori tersebut satu persatu. Jadi saya akan memilih beberapa teori yang saya anggap perlu diketahui. Pertama, saya akan mulai dari teori psikolog legendaris, Sigmund Freud. Tapi sebelum itu, saya ingin menunjukkan kepada kalian sebuah gambar yang sangat terkenal. Ini dia :

Foto di atas adalah foto ilustrasi "Puncak gunung es" yang terkenal. Para ahli "otak" sering menggunakan ilustrasi di atas untuk menunjukkan seperti apa pikiran kita yang sebenarnya. Permukaan air adalah batas kesadaran kita. Pikiran Sadar kita adalah bongkahan yang muncul di atas permukaan laut. Sedangkan pikiran bawah sadar adalah bongkahan raksasa yang ada di dalam laut.
Menurut mereka, sesungguhnya sebagian besar informasi yang kita terima tersimpan di pikiran bawah sadar kita dan belum muncul ke permukaan. Hanya sebagian kecil dari informasi yang kita terima benar-benar kita ingat atau sadari. Prinsip ini adalah kunci penting untuk memahami Deja Vu.
Gangguan akses memori
Sigmund Freud yang sering dijuluki sebagai bapak psikoanalisa pernah meneliti mengenai fenomena ini dan ia percaya bahwa seseorang akan mengalami Deja Vu ketika ia secara spontan teringat dengan sebuah ingatan bawah sadar. Karena ingatan itu berada pada area bawah sadar, isi ingatan tersebut tidak muncul karena dihalangi oleh pikiran sadar, namun perasaan familiar tersebut bocor keluar.
Teori Freud ini terbukti menjadi landasan bagi teori-teori yang muncul berikutnya.
Namun sebelum saya membahas teori-teori yang lain, saya ingin mengajak kalian untuk mengenal satu kata ini terlebih dahulu, yaitu "Subliminal". Subliminal berasal dari kata latin, yaitu "sub" dan "Limin atau Limen". "Sub" berarti bawah, sedangkan "Limin" berarti ambang batas. Dalam artian psikologi, subliminal berarti beroperasi dibawah sadar.
Lagi-lagi berhubungan dengan bawah sadar. Maksud saya memperkenalkan kata ini adalah untuk memahami teori di bawah ini.
Perhatian yang terpecah - teori ponsel
Seorang peneliti bernama Dr. Alan Brown pernah mengadakan eksperimen yang diharapkan bisa menciptakan ulang proses deja vu. Dalam percobaannya, ia dan rekannya Elizabeth Marsh memberikan sugesti subliminal kepada subjek penelitiannya.
Mereka menunjukkan sekumpulan foto yang menunjukkan lokasi-lokasi yang berbeda kepada sekelompok pelajar dengan maksud bertanya kepada mereka mana yang dianggap paling familiar bagi mereka. Dalam percobaan ini, semua pelajar yang diuji belum pernah mengunjungi lokasi-lokasi yang ada di foto tersebut.
Namun sebelum mereka menunjukkan foto-foto itu, terlebih dahulu mereka menayangkan sebagian foto itu di layar dengan kecepatan subliminal sekitar 10 sampai 20 milidetik. Kecepatan itu cukup bagi otak manusia untuk menyimpan informasi itu di bawah sadar, namun tidak cukup bagi para pelajar itu untuk menyadari dan menaruh perhatian padanya.
Dalam percobaan ini terbukti bahwa lokasi-lokasi pada foto-foto yang sudah ditayangkan dengan kecepatan subliminal dianggap paling familiar bagi para pelajar itu.
Eksperimen serupa pernah diadakan oleh Larry Jacobi dan Kevin Whitehouse dari Washington University. Bedanya, mereka menggunakan sekumpulan kata-kata, bukan foto. Namun hasil yang didapat sama dengan eksperimen Dr. Alan Brown.
Berdasarkan pada hasil eksperimennya, Dr. Alan Brown kemudian mengajukan sebuah teori yang disebut sebagai teori ponsel (atau perhatian yang terpecah).
Teori ini mengatakan bahwa ketika perhatian kita terpecah, maka, secara subliminal, otak kita akan menyimpan informasi mengenai kondisi di sekeliling kita namun tidak benar-benar menyadarinya. Ketika perhatian kita mulai fokus kembali, maka segala informasi mengenai sekeliling kita yang tersimpan secara subliminal akan "terpanggil" keluar sehingga kita merasa lebih familiar. Ini sama seperti bongkahan es di bawah permukaan air yang naik ke atas permukaan.
Contoh, jika kita memasuki sebuah rumah sambil ngobrol dengan orang lain, maka perhatian kita tidak akan terpaku kepada kondisi rumah itu, namun otak kita telah menyimpan informasi itu secara subliminal di bawah sadar. Ketika kita selesai ngobrol, pikiran kita mulai fokus dan informasi yang tersimpan di bawah sadar mulai muncul. Seketika itu juga kita mulai merasa familiar dengan rumah itu.
Jadi, berdasarkan teori ini, deja vu tidak berhubungan dengan kejadian di masa lalu yang telah berlangsung lama.
Memori dari sumber lain
Ada lagi teori yang lain. Teori ini percaya bahwa otak kita menyimpan banyak memori yang datang dari berbagai aspek kehidupan kita, seperti film yang kita tonton, gambar ataupun buku yang kita baca. Informasi-informasi ini kita simpan tanpa kita sadari. Sejalan dengan lewatnya waktu, maka ketika kita mengalami peristiwa yang mirip dengan informasi yang pernah kita simpan, maka memori yang tersimpan di bawah sadar kita akan bangkit kembali.
Contoh, sewaktu kecil, mungkin kita pernah menonton sebuah film yang memiliki adegan di sebuah tugu atau monumen. Ketika dewasa, kita mengunjungi tugu ini dan tiba-tiba kita merasa familiar walaupun kita tidak ingat dengan film tersebut.
Teori ini mirip dengan teori ponsel, tapi teori ini setuju bahwa deja vu berhubungan dengan kejadian yang telah berlangsung lama di masa lampau.
Teori Pemrosesan Ganda (visi yang tertunda)
Dalam banyak hal, teori-teori mengenai penyebab Deja Vu tidak berbeda jauh dari yang diajukan oleh Sigmund Freud. Namun seorang peneliti bernama Robert Efron berusaha melihat lebih jauh kedalam mekanisme otak, bukan sekedar pikiran sadar atau tidak sadar. Walaupun sangat teknikal, teori yang diajukannya dianggap sebagai salah satu teori Deja Vu terbaik yang pernah ada.
Teori Efron ini berhubungan dengan bagaimana cara otak kita menyimpan memori jangka panjang dan jangka pendek. Ia menguji teori ini pada tahun 1963 di rumah sakit Veteran Boston. Menurutnya, respon syaraf yang terlambat dapat menyebabkan deja vu. Hal ini disebabkan karena Informasi yang masuk ke pusat pemrosesan di otak melewati lebih dari satu jalur.
Efron menemukan bahwa Lobus Temporal dari otak bagian kiri bertanggung jawab untuk mensortir informasi yang masuk. ia juga menemukan bahwa Lobus Temporal ini menerima informasi yang masuk dua kali dengan sedikit delay antara dua transmisi tersebut.
Informasi yang masuk pertama kali langsung menuju Lobus Temporal, sedangkan yang kedua kali mengambil jalan berputar melewati otak sebelah kanan terlebih dahulu.
Jika delay yang terjadi sedikit lebih lama dari biasanya, maka otak akan memberikan catatan waktu yang salah atas informasi tersebut dengan menganggap informasi tersebut sebagai memori masa lalu.
Deja Vu - Sepertinya saya pernah menulis ini.
Tidak, saya cuma bercanda. Ini pertama kalinya saya menulis mengenai Deja Vu. Walaupun tidak menakutkan seperti fenomena Doppelganger yang juga sering dihubungkan dengan aktifitas otak, Deja Vu tetap dianggap sebagai fenomena yang luar biasa misteriusnya.
Tapi jika kalian bertanya mengenai pendapat saya, maka saya rasa Sigmund Freud telah memecahkan misterinya.
sumber : terselubung
Rabu, 18 April 2012
Mengubah Dunia
"Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal,aku bermimpi ingin mengubah dunia.Seiring bertmbahnya usia dan kearifanku,kudapati dunia tak kunjung berubah.Maka cita-cita itu pun kupersempit.Lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku.Namun nampaknya,hasrat itu pun tiada hasilnya.Ketika usiakusemakin senja,dengan semangatku yang tersisa kuputuskan untuk mengubah keluargaku.Tetapi celakanya,mereka pun tak mau di ubah.Dan kini,sementara aku terbaring saat ajal menjelang,tiba-tiba kusadari,,,Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku,maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan,mungkin aku bisa mengubah keluargaku.Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka,bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku.Kemudian siapa tahu,aku bahkan bisa mengubah dunia!"
sumber : My Family
sumber : My Family
Jas Merah Musik Indonesia
Sungguh ironis, harta karun musik Indonesia yang melimpah ruah sejak
dekade 50-an justru diabaikan atau tepatnya disia-siakan oleh pemiliknya
sendiri: Siapa lagi kalau bukan kita bangsa Indonesia?
Dokumentasi dalam bentuk rekaman maupun tulisan tak pernah ditemukan dalam bentuk yang lebih fokus, semisal berada dalam sebuah wadah yang namanya Museum Musik. Kenyataannya benda-benda bersejarah musik Indonesia selama ini hanya bersemayam di rumah-rumah milik para kolektor. Kondisi yang sangat miris.
Data-data industri musik Indonesia mulai era 50an hingga sekarang amat sulit untuk dilacak. Kepedulian malah datang dari bangsa lain. Ambil contoh misalnya tentang buku katalog musik Indonesia yang justru ditulis oleh orang asing bernama Hans Pokora, orang Austria yang menulis buku bertajuk Record Collector Dream.
Buku yang dianggap kitab suci bagi para kolektor musik, terutama piringan hitam dan kaset itu dibuat berseri dengan memuat berbagai album bergenre prog-rock folk, psychedelic rock, hingga world music. Selain itu, memasukkan juga beberapa album musik Indonesia di katalognya, antara lain Ariesta Birawa, Harry Roesli, Koes Bersaudara, Dara Puspita, hingga Guruh Gipsy.
Sejak terbitnya buku ini kegairahan para kolektor vinyl (piringan hitam) dari seantero jagad untuk berburu album-album yang tertuang dalam buku karya Hans Pokora itu kian menjadi-jadi. Bahkan sebuah label kecil di Jerman, Shadoks Music dengan berani merilis ulang album-album itu dalam bentuk CD dan vinyl tanpa izin dari komposer, pemusik serta label Indonesia. Keenan Nasution, drummer dan vokalis Guruh Gipsy lalu mengirim e-mail ke pihak Shadoks untuk menghentikan aksi barbariannya itu.
Beberapa waktu silam saya sempat dihubungi oleh Alan Bishop, pemilik Sublime Frequencies, label kecil dari Seattle Amerika Serikat yang telah merilis ulang album-album Koes Bersaudara, Koes Plus hingga Dara Puspita. Alan Bishop meminta saya dan sahabat saya David Tarigan, sosok penggiat rekaman indie yang juga peduli terhadap data back catalogue untuk menulis buku Katalog tentang musik Indonesia secara ensiklopedik.
Termasuk pula Jason “Mosh” Connoy, seorang kolektor dan pemilik label Strawberry Rain dari Kanada yang beritikad sama dengan Alan Bishop yaitu ingin membuat semacam buku katalog musik Indonesia terutama band-band pop maupun rock di era 60an hingga 70an.
Sebetulnya, itikad yang dicuatkan oleh Alan Bishop maupun Jason “Mosh” Connoy telah saya lakukan beberapa tahun sebelumnya dalam bentuk penulisan buku. Niat itu berangkat dari keprihatinan akan minimnya data-data industri musik di negeri ini.
Lalu bersama Komunitas Pecinta Musik Indonesia, saya menulis dan menjadi editor buku bertajuk “Musisiku” (2007) yang memuat sekita 40 biografi artis dan band Indonesia dari era 50an hingga 80an. Isi buku ini merupakan bunga rampai yang diambil dari rubrik berkala tentang musik Indonesia pada harian Republika.
Di tahun yang sama saya diminta Musica Studio’s untuk membuat semacam scrapbook untuk kemasan 21 album Chrisye dalam bentuk boxset bertajuk Masterpiece Chrisye. Di scrapbook itu saya menulis review serta behind the scene dari penggarapan album-album Chrisye dari tahun 1978 hingga 2004.
Saya juga menulis buku perjalanan karir Keenan Nasution dalam albumnya di tahun 2007 berjudul Apa Yang Telah Kau Buat. Di tahun 2008 saya mendapat pesanan dari Kementrian Pemuda dan Olahrga yang saat itu masih dijabat oleh Adhiyaksa Dault untuk menuliskan riwayat perjalanan musik pop Indonesia yang berlangsung pada komunitas musik Pegangsaan.
Di era 60an hingga 70an Pegangsaan merupakan tempat ngumpul berbagai pemusik, aktor dan seniman yang pada akhirnya menetaskan sosok-sosok mumpuni dalam dunia seni seperti Guruh Soekarno Putera, Chrisye, Keenan Nasution, Eros Djarot, Achmad Albar, Christine Hakim, termasuk pemusik senior saat itu Mus Mualim dan Idris Sardi. Sayangnya buku yang bertajuk Jejak-Jejak Musikal di Pegangsaan itu belum juga diedarkan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga. Entah kenapa.
Sekarang ini saya tengah menyelesaikan beberapa buku tentang musik yang bersifat ensiklopedik dan historikal antara lain Ensiklopop Indonesia, Dheg Dheg Plas – Perjalanan Musik Koes Plus dan 50 Tahun Rock di Indonesia.
Penulisan buku musik yang bertumpu pada sisi historik memang bukan hal yang mudah, terutama riset data yang cukup panjang dan melelahkan. Saya sendiri berprinsip tak mau gegabah dalam menuliskan data, mulai dari data sosok artis, data rekaman dan peristiwa-peristiwa musik yang pernah terjadi di Indonesia.
Contoh yang paling ekstrem adalah sejak era vinyl di awal dasawarsa 50-an, terutama sejak berdirinya label seperti Irama dan Lokananta, hampir tak pernah dicantumkan tahun rilis dan publisher sebuah album rekaman. Ini tentunya sangat menyulitkan untuk membuat buku yang berbentuk katalog apalagi ensiklopedi. Data-data personel dalam sebuah produksi rekaman pun sangat kurang bahkan tak ada dalam sampul albumnya.
Akhirnya beberapa alternatif jalan keluar berusaha saya dapatkan antara lain dengan meriset sejumlah media cetak hiburan yang terbit pada era itu. Dan lagi-lagi hal ini juga bukan pekerjaan yang mudah. Untunglah kerabat saya yang banyak berkutat dalam koleksi meng oleksi musik baik dalam bentuk kaset dan piringan hitam serta sejumlah majalah ikut banyak membantu. Tapi penggarapan buku pun menjadi tersendat-sendat. Buku Ensiklopop Indonesia saja telah melewati masa penggarapan hampir 3 tahun lamanya.
Tapi the show must go on. Saya tetap merasa tercambuk untuk mewujudkan buku-buku sejarah musik Indonesia. Apalagi setiap berkunjung ke beberapa toko buku di Jakarta, hati dan jiwa saya selalu menggelegak manakala melihat tumpukan buku-buku referensi musik manacanegara yang silih berganti terbit dan terbit. Mereka pun menulis buku-buku itu secara komprehensif plus data-data historikal yang runut, detail dan akurat. Mereka tampaknya telah menyadari pentingnya arti sejarah atau dokumentasi dalam setiap sudut kehidupan.
Saya akhirnya mengeluh dan mengeluh tentang perilaku bangsa kita yang ceroboh dan tidak menghargai pentingnya sejarah dan dokumentasi. Saya pun mengangguk tentang akronim yang kerap dikoar-koarkan Presiden RI pertama Ir. Soekarno: JAS MERAH, JAngan Sekali-sekali MElupakan sejaRAH.
Dokumentasi dalam bentuk rekaman maupun tulisan tak pernah ditemukan dalam bentuk yang lebih fokus, semisal berada dalam sebuah wadah yang namanya Museum Musik. Kenyataannya benda-benda bersejarah musik Indonesia selama ini hanya bersemayam di rumah-rumah milik para kolektor. Kondisi yang sangat miris.
Data-data industri musik Indonesia mulai era 50an hingga sekarang amat sulit untuk dilacak. Kepedulian malah datang dari bangsa lain. Ambil contoh misalnya tentang buku katalog musik Indonesia yang justru ditulis oleh orang asing bernama Hans Pokora, orang Austria yang menulis buku bertajuk Record Collector Dream.
Buku yang dianggap kitab suci bagi para kolektor musik, terutama piringan hitam dan kaset itu dibuat berseri dengan memuat berbagai album bergenre prog-rock folk, psychedelic rock, hingga world music. Selain itu, memasukkan juga beberapa album musik Indonesia di katalognya, antara lain Ariesta Birawa, Harry Roesli, Koes Bersaudara, Dara Puspita, hingga Guruh Gipsy.
Sejak terbitnya buku ini kegairahan para kolektor vinyl (piringan hitam) dari seantero jagad untuk berburu album-album yang tertuang dalam buku karya Hans Pokora itu kian menjadi-jadi. Bahkan sebuah label kecil di Jerman, Shadoks Music dengan berani merilis ulang album-album itu dalam bentuk CD dan vinyl tanpa izin dari komposer, pemusik serta label Indonesia. Keenan Nasution, drummer dan vokalis Guruh Gipsy lalu mengirim e-mail ke pihak Shadoks untuk menghentikan aksi barbariannya itu.
Beberapa waktu silam saya sempat dihubungi oleh Alan Bishop, pemilik Sublime Frequencies, label kecil dari Seattle Amerika Serikat yang telah merilis ulang album-album Koes Bersaudara, Koes Plus hingga Dara Puspita. Alan Bishop meminta saya dan sahabat saya David Tarigan, sosok penggiat rekaman indie yang juga peduli terhadap data back catalogue untuk menulis buku Katalog tentang musik Indonesia secara ensiklopedik.
Termasuk pula Jason “Mosh” Connoy, seorang kolektor dan pemilik label Strawberry Rain dari Kanada yang beritikad sama dengan Alan Bishop yaitu ingin membuat semacam buku katalog musik Indonesia terutama band-band pop maupun rock di era 60an hingga 70an.
Sebetulnya, itikad yang dicuatkan oleh Alan Bishop maupun Jason “Mosh” Connoy telah saya lakukan beberapa tahun sebelumnya dalam bentuk penulisan buku. Niat itu berangkat dari keprihatinan akan minimnya data-data industri musik di negeri ini.
Lalu bersama Komunitas Pecinta Musik Indonesia, saya menulis dan menjadi editor buku bertajuk “Musisiku” (2007) yang memuat sekita 40 biografi artis dan band Indonesia dari era 50an hingga 80an. Isi buku ini merupakan bunga rampai yang diambil dari rubrik berkala tentang musik Indonesia pada harian Republika.
Di tahun yang sama saya diminta Musica Studio’s untuk membuat semacam scrapbook untuk kemasan 21 album Chrisye dalam bentuk boxset bertajuk Masterpiece Chrisye. Di scrapbook itu saya menulis review serta behind the scene dari penggarapan album-album Chrisye dari tahun 1978 hingga 2004.
Saya juga menulis buku perjalanan karir Keenan Nasution dalam albumnya di tahun 2007 berjudul Apa Yang Telah Kau Buat. Di tahun 2008 saya mendapat pesanan dari Kementrian Pemuda dan Olahrga yang saat itu masih dijabat oleh Adhiyaksa Dault untuk menuliskan riwayat perjalanan musik pop Indonesia yang berlangsung pada komunitas musik Pegangsaan.
Di era 60an hingga 70an Pegangsaan merupakan tempat ngumpul berbagai pemusik, aktor dan seniman yang pada akhirnya menetaskan sosok-sosok mumpuni dalam dunia seni seperti Guruh Soekarno Putera, Chrisye, Keenan Nasution, Eros Djarot, Achmad Albar, Christine Hakim, termasuk pemusik senior saat itu Mus Mualim dan Idris Sardi. Sayangnya buku yang bertajuk Jejak-Jejak Musikal di Pegangsaan itu belum juga diedarkan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga. Entah kenapa.
Sekarang ini saya tengah menyelesaikan beberapa buku tentang musik yang bersifat ensiklopedik dan historikal antara lain Ensiklopop Indonesia, Dheg Dheg Plas – Perjalanan Musik Koes Plus dan 50 Tahun Rock di Indonesia.
Penulisan buku musik yang bertumpu pada sisi historik memang bukan hal yang mudah, terutama riset data yang cukup panjang dan melelahkan. Saya sendiri berprinsip tak mau gegabah dalam menuliskan data, mulai dari data sosok artis, data rekaman dan peristiwa-peristiwa musik yang pernah terjadi di Indonesia.
Contoh yang paling ekstrem adalah sejak era vinyl di awal dasawarsa 50-an, terutama sejak berdirinya label seperti Irama dan Lokananta, hampir tak pernah dicantumkan tahun rilis dan publisher sebuah album rekaman. Ini tentunya sangat menyulitkan untuk membuat buku yang berbentuk katalog apalagi ensiklopedi. Data-data personel dalam sebuah produksi rekaman pun sangat kurang bahkan tak ada dalam sampul albumnya.
Akhirnya beberapa alternatif jalan keluar berusaha saya dapatkan antara lain dengan meriset sejumlah media cetak hiburan yang terbit pada era itu. Dan lagi-lagi hal ini juga bukan pekerjaan yang mudah. Untunglah kerabat saya yang banyak berkutat dalam koleksi meng oleksi musik baik dalam bentuk kaset dan piringan hitam serta sejumlah majalah ikut banyak membantu. Tapi penggarapan buku pun menjadi tersendat-sendat. Buku Ensiklopop Indonesia saja telah melewati masa penggarapan hampir 3 tahun lamanya.
Tapi the show must go on. Saya tetap merasa tercambuk untuk mewujudkan buku-buku sejarah musik Indonesia. Apalagi setiap berkunjung ke beberapa toko buku di Jakarta, hati dan jiwa saya selalu menggelegak manakala melihat tumpukan buku-buku referensi musik manacanegara yang silih berganti terbit dan terbit. Mereka pun menulis buku-buku itu secara komprehensif plus data-data historikal yang runut, detail dan akurat. Mereka tampaknya telah menyadari pentingnya arti sejarah atau dokumentasi dalam setiap sudut kehidupan.
Saya akhirnya mengeluh dan mengeluh tentang perilaku bangsa kita yang ceroboh dan tidak menghargai pentingnya sejarah dan dokumentasi. Saya pun mengangguk tentang akronim yang kerap dikoar-koarkan Presiden RI pertama Ir. Soekarno: JAS MERAH, JAngan Sekali-sekali MElupakan sejaRAH.
Minggu, 15 April 2012
Satu Jam Tanpa Dosa
Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, “Ayah, bisakah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?” Ayahnya menjawab sambil tersenyum : “tak mungkin, nak.” “Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?” tanyanya lagi. Ayahnya berkata: “tak mungkin, nak.” “Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?”, Lagi-lagi ayahnya berkata : “Ooh.. Tidak bisaa.” “Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat dosa?” gadis kecil itu bertanya lagi. Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras untuk menjawab: “mm….. mungkin bisa, nak.” “Lalu…. bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa? tanpa berbuat jahat untuk beberapa saat, hanya waktu demi waktu saja, yah? Bisakah?”.
Ayahnya tertawa dan berkata : “Nah, kalau itu pasti bisa, nak.” Gadis kecil itu tersenyum lega dan berkata : “Kalau begitu ayah, aku mau memperhatikan hidupku jam demi jam, waktu demi waktu, momen demi momen, supaya aku bisa belajar tidak berbuat dosa.
Kurasa hidup jam demi jam lebih mudah dijalani, ya?”
sumber : dosenku
6 Kekuatan Utama Manusia
1 Kekuatan Impian (The Power of Dreams)
Untuk
memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus
memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani
memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi
kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. Tanpa impian,
kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak
menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan
kita akan menuju.
2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)
Fokus
adalah daya (power) untuk melihat sesuatu (termasuk masa depan,
impian, sasaran atau hal-hal lain seperti: kekuatan/strengths dan
kelemahan/weakness dalam diri, peluang di sekitar kita, dan sebagainya)
dengan lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya. Seperti
sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas,
kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita
dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk
mewujudkannya.
3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)
Pengulangan
adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah
apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles,
keunggulan adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan terbangun dari
kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan
sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan
kita akan menentukan masa depan kita. Untuk membangun kebiasaan
tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan
adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk
mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.
4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)
Setiap
manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan.
Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan
Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan.
Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi
kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri
merupakan unsur atau bahan (ingredient) yang utama dalam mencapai
keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.
5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)
Salah
satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan
belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan
kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi
manusia yang lebih baik. Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga
dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus
meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.
6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)
Pikiran
adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan
memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan
kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan
kita. Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain
kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga
secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual
kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi. Semua
dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang
berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya.
Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan
keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa
lalu dan saat ini. Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam
bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja
kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita
merespons setiap situasi yang terjadi pada kita
sumber : terselubung
Kepribadian menurut selera musik

Selera musik dan tipe kepribadian ternyata berkaitan sangat erat. Berdasarkan suatu riset berskala dunia, musik favorit bisa jadi merupakan cermin kepribadian diri Anda. Penelitian ilmiah tentang hubungan selera musik dengan kepribadian dilakukan Professor Adrian North dari Heriot-Watt University. Dengan melibatkan puluhan ribu orang di seluruh dunia, ia mengklaim risetnya sebagai penelitian terbesar untuk jenis riset serupa yang pernah dilakukan sebelumnya.
Kepada BBC, North menggambarkan risetnya ini sebagai suatu hal yang mengejutkan dan signifikan. "Kami selalu menduga adanya hubungan antara selera musik dan kepribadian. Ini adalah untuk pertamakalinya bahwa kami telah berhasil menelitinya dalam detil yang nyata. Belum pernah ada satu pun yang meneliti dengan skala seperti ini sebelumnya," tegasnya.
Hasil temuan paling menarik dari riset North adalah adanya kemiripan antara penggila musik klasik dan heavy metal. "Salah satu yang paling mengejutkan adalah adanya kesamaan antara penggemar musik klasik dan heavy metal. Mereka sama-sama kreatif, tenang tetapi tidak outgoing," ungkapnya. North juga menyatakan riset ini akan sangat berguna bagi kepentingan marketing. "Jika Anda memahami selera musik seseorang, maka Anda akan dapat mengatakan seperti pada pribadinya, siapa dan menjual apa," tambahnya.
Dalam risetnya, North meminta lebih dari 36.000 partisipan dari seluruh dunia untuk merata-ratakan 104 jenis musik. Mereka juga ditanya mengenai aspek kepribadian. Riset ini masih akan berlanjut dan Prof North, yang juga Dekan Fakultas Psikologi Heriot-Watt University, berencana melibatkan partisipan untuk ikut ambil bagian mengisi kuisioner singkat secara online.
Dan berikut adalah beberapa musik yang dapat menunjukkan kepribadian:
Sumber : BBC
Sabtu, 14 April 2012
Bebas Stress Setelah Putus Cinta
Jangan sampai perpisahan Anda dengan mantan kekasih mengakibatkan
kesedihan yang berlarut-larut juga stres yang berkepanjangan. Anda harus
bangkit dan kembali menjalani hidup. Ini kiatnya.
Menerima
Yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menerima keputusan yang sudah dibuat. Saat memutuskan berpisah, Anda dan mantan kekasih pasti sudah melewati banyak fase dan memiliki beragam pertimbangan. Untuk itu terimalah keadaan ini.
Jaga jarak
Hal ini bukan bertujuan untuk memutuskan tali silaturahmi. Namun setelah putus, sebaiknya Anda dan kekasih menjaga jarak terlebih dahulu. Kondisi emosional Anda dan dia belum stabil. Jangan sampai pertemuan-pertemuan yang tidak perlu justru membuat Anda dan mantan membuat keputusan yang akan disesali nantinya.
Berhenti menyalahkan
Kondisi emosional akan terus terganggu jika Anda terus-menerus membahas kesalahan mantan ataupun kesalahan Anda sendiri. Jangan lagi terpaku pada masa lalu. Jika memang ada kesalahan yang Anda perbuat di hubungan yang lalu, jangan lagi menyalahkan diri sendiri. Perbaikilah diri Anda agar sukses menjalankan hubungan di masa mendatang.
Nikmati kesendirian
Jangan terburu-buru memulai hubungan yang baru. Jangan pernah memulai hubungan karena alasan kesepian. Cobalah nikmati kesendirian Anda terlebih dahulu. Inilah saatnya Anda menikmati waktu dengan para sahabat juga keluarga. Terburu-buru memiliki hubungan baru justru memperbesar risiko Anda mengulangi kesalahan yang sama.
Jangan balas dendam
Balas dendam adalah salah satu tanda bahwa Anda belum rela melepaskan mantan. Lagi pula, tujuan balas dendam hanya akan menyakiti diri Anda sendiri. Berusaha membuat mantan cemburu dan sebagainya hanya akan membuat kesedihan Anda makin berlarut-larut.
Menjalankan hobi
Jika sebelumnya waktu Anda habis untuk berduaan dengan pasangan saja, inilah waktunya melakukan hal-hal yang Anda sukai tanpa memikirkan perasaannya. Anda bisa bersepeda, menyelam, atau sekedar menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan untuk melepas stres.
Bersyukur
Ini mungkin terdengar aneh, tapi yakinlah bahwa perpisahan mungkin jalan terbaik bagi Anda dan mantan untuk saat ini. Seperti yang telah ditulis pada poin pertama, keputusan berpisah bukanlah keputusan terburu-buru, melainkan sudah dipikirkan baik-baik. Mungkin saja perpisahan ini adalah jalan untuk mendapatkan seseorang yang lebih baik.
Bagaimanapun, perpisahan jangan dijadikan alasan untuk menarik diri dari kehidupan sosial. Perpisahan juga bukan alasan untuk “mengobral” diri kepada siapa pun yang Anda anggap menarik. Percayalah, segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan.
Menerima
Yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menerima keputusan yang sudah dibuat. Saat memutuskan berpisah, Anda dan mantan kekasih pasti sudah melewati banyak fase dan memiliki beragam pertimbangan. Untuk itu terimalah keadaan ini.
Jaga jarak
Hal ini bukan bertujuan untuk memutuskan tali silaturahmi. Namun setelah putus, sebaiknya Anda dan kekasih menjaga jarak terlebih dahulu. Kondisi emosional Anda dan dia belum stabil. Jangan sampai pertemuan-pertemuan yang tidak perlu justru membuat Anda dan mantan membuat keputusan yang akan disesali nantinya.
Berhenti menyalahkan
Kondisi emosional akan terus terganggu jika Anda terus-menerus membahas kesalahan mantan ataupun kesalahan Anda sendiri. Jangan lagi terpaku pada masa lalu. Jika memang ada kesalahan yang Anda perbuat di hubungan yang lalu, jangan lagi menyalahkan diri sendiri. Perbaikilah diri Anda agar sukses menjalankan hubungan di masa mendatang.
Nikmati kesendirian
Jangan terburu-buru memulai hubungan yang baru. Jangan pernah memulai hubungan karena alasan kesepian. Cobalah nikmati kesendirian Anda terlebih dahulu. Inilah saatnya Anda menikmati waktu dengan para sahabat juga keluarga. Terburu-buru memiliki hubungan baru justru memperbesar risiko Anda mengulangi kesalahan yang sama.
Jangan balas dendam
Balas dendam adalah salah satu tanda bahwa Anda belum rela melepaskan mantan. Lagi pula, tujuan balas dendam hanya akan menyakiti diri Anda sendiri. Berusaha membuat mantan cemburu dan sebagainya hanya akan membuat kesedihan Anda makin berlarut-larut.
Menjalankan hobi
Jika sebelumnya waktu Anda habis untuk berduaan dengan pasangan saja, inilah waktunya melakukan hal-hal yang Anda sukai tanpa memikirkan perasaannya. Anda bisa bersepeda, menyelam, atau sekedar menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan untuk melepas stres.
Bersyukur
Ini mungkin terdengar aneh, tapi yakinlah bahwa perpisahan mungkin jalan terbaik bagi Anda dan mantan untuk saat ini. Seperti yang telah ditulis pada poin pertama, keputusan berpisah bukanlah keputusan terburu-buru, melainkan sudah dipikirkan baik-baik. Mungkin saja perpisahan ini adalah jalan untuk mendapatkan seseorang yang lebih baik.
Bagaimanapun, perpisahan jangan dijadikan alasan untuk menarik diri dari kehidupan sosial. Perpisahan juga bukan alasan untuk “mengobral” diri kepada siapa pun yang Anda anggap menarik. Percayalah, segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan.
Jika Anda merasa perpisahan kali
ini sangat menyakitkan, yakinlah, waktu yang akan menyembuhkan perasaan
Anda. Semoga berbahagia!
sumber : yahoo
sumber : yahoo
Jumat, 13 April 2012
Manajemen Proyek Sistem Informasi
BAB I
CBIS DALAM PERUSAHAAN
DAN APLIKASINYA
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer.
Sub sistem dari CBIS adalah :
1. Sistem Informasi Akuntansi
2. Sistem Informasi Manajemen
3. Sistem Pendukung Keputusan
4. Sistem Pakar
5. Automasi Kantor (Virtual Office)
1. Sistem Informasi Akuntansi
2. Sistem Informasi Manajemen
3. Sistem Pendukung Keputusan
4. Sistem Pakar
5. Automasi Kantor (Virtual Office)
1. SISTEM
INFORMASI AKUNTANSI (SIA)
SIA adalah sistem informasi yang melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan, yaitu sebagai pengolah data perusahaan, Perusahaan tidak dapat memilih untuk menggunakan SIA atau tidak, sistem ini merupakan keharusan. Semua perusahaan pada dasarnya melaksanakan prosedur-prosedur yang sama. SIA lebih berorientasi pada data dibanding pada informasi, walaupun ada beberapa informasi yang dihasilkan. SIA menyediakan database bagi sisten informasi lain.
SIA adalah satu-satunya sistem informasi yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan, meyediakan informasi untuk seluruh lingkungan kecuali pesaing.
SIA adalah sistem informasi yang melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan, yaitu sebagai pengolah data perusahaan, Perusahaan tidak dapat memilih untuk menggunakan SIA atau tidak, sistem ini merupakan keharusan. Semua perusahaan pada dasarnya melaksanakan prosedur-prosedur yang sama. SIA lebih berorientasi pada data dibanding pada informasi, walaupun ada beberapa informasi yang dihasilkan. SIA menyediakan database bagi sisten informasi lain.
SIA adalah satu-satunya sistem informasi yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan, meyediakan informasi untuk seluruh lingkungan kecuali pesaing.
Tugas utama sistem informasi ini adalah:
• Pengumpulan data
• Manipulasi data
• Penyimpanan data
• Menyediakan dokumen
• Manipulasi data
• Penyimpanan data
• Menyediakan dokumen
SIA menghasilkan informasi untuk individu atau
organisasi baik didalam maupun diluar perusahaan, yang dipicu oleh dua hal,
yaitu:
• Tindakan, yaitu output yang dihasilkan jika terjadi sesuatu.
• Waktu, yaitu output yang dihasilkan pada saat tertentu.
Karakteristik SIA
• Melaksanakan tugas yang diperlukan.
• Berpegang pada prosedur yang relatif standar.
• Menangani data yang rinci.
• Berfokus pada historis.
• Menyediakan informasi pemecahan masalah minimal.
• Tindakan, yaitu output yang dihasilkan jika terjadi sesuatu.
• Waktu, yaitu output yang dihasilkan pada saat tertentu.
Karakteristik SIA
• Melaksanakan tugas yang diperlukan.
• Berpegang pada prosedur yang relatif standar.
• Menangani data yang rinci.
• Berfokus pada historis.
• Menyediakan informasi pemecahan masalah minimal.
Peran SIA Dalam CBIS
• SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam
bentuk laporan akuntansi standar.
• SIA menyediakan database yang lengkap untuk digunakan dalam pemecahan masalah.
• SIA menyediakan database yang lengkap untuk digunakan dalam pemecahan masalah.
2. SISTEM
INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
Adalah suatu sistem berbasis database komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas formal perusahaan atau subunit dibawahnya,
Sumber daya SIM
Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem perusahaan tentang apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang, dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia didalam laporan periodik, laporan khusus, dan hasil simulasi matematika, output informasi tersebut digunakan manajer saat mereka membuat keputusan untuk pemecahan masalah.
Semua informasi tersebut memiliki karakteristik yang sama untuk bidang area fungsional (marketing, manufaktur, sdm, dan keuangan), level manajemen (operational, manajerial, dan strategis), dan user (manajer atau non manajer) SIM informasi memperoleh data dari database, dimana database tersebut berisi data dan informasi dari SIA dan dari lingkungan.
Suatu SIM bisa juga merupakan suatu sistem informasi antar organisasi (IOS) jika SIM terkoneksi dengan SIM pada perusahaan lain misalnya dengan Suplier.
SIM dan SIA
SIM menggunakan data yang disediakan SIA dalam database, dan informasi lain yang berasal dari lingkungan. Isi dari database tersebut digunakan oleh software untuk membuat laporan periodik dan laporan khusus, serta model matematika untuk mensimulasikan aspek operasi perusahan, Berbeda dengan SIA, SIM tidak berkewajiban menyediakan informasi bagi lingkungan.
Adalah suatu sistem berbasis database komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas formal perusahaan atau subunit dibawahnya,
Sumber daya SIM
Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem perusahaan tentang apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang, dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia didalam laporan periodik, laporan khusus, dan hasil simulasi matematika, output informasi tersebut digunakan manajer saat mereka membuat keputusan untuk pemecahan masalah.
Semua informasi tersebut memiliki karakteristik yang sama untuk bidang area fungsional (marketing, manufaktur, sdm, dan keuangan), level manajemen (operational, manajerial, dan strategis), dan user (manajer atau non manajer) SIM informasi memperoleh data dari database, dimana database tersebut berisi data dan informasi dari SIA dan dari lingkungan.
Suatu SIM bisa juga merupakan suatu sistem informasi antar organisasi (IOS) jika SIM terkoneksi dengan SIM pada perusahaan lain misalnya dengan Suplier.
SIM dan SIA
SIM menggunakan data yang disediakan SIA dalam database, dan informasi lain yang berasal dari lingkungan. Isi dari database tersebut digunakan oleh software untuk membuat laporan periodik dan laporan khusus, serta model matematika untuk mensimulasikan aspek operasi perusahan, Berbeda dengan SIA, SIM tidak berkewajiban menyediakan informasi bagi lingkungan.
SIM akan terbentuk secara utuh jika semua sistem
informasi organisasi telah terbentuk dan terkoneksi satu sama lain. Data dan
informasi disimpan dalam satu database yang sama dan dapat dipergunakan pada
area fungsional yang lain. SIM merupakan dasar terbentuknya sistem informasi
yang lebih canggih dan kompleks yang baru berkembang dalam beberapa tahun
terakhir, yaitu Sistem Informasi Perusahaan dikenal juga dengan nama Enterprise
Information System (EntIS)
Software
Pembuat Laporan
Software pembuat laporan adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menghasilkan laporan periodik dan laporan khusus. Dari bentuknya laporan periodik dan laporan khusus mungkin terlihat sama. Perbedaan terdapat dari timeliness dan time horizon.Laporan periodik disiapkan sesuai jadwal tertentu, SIM periode awal terbatas pada penyediaan laporan periodik saja, tetapi hal ini menjadi sukar diterima ketika SIM telah menerapkan HRIS dan EIS.
Laporan khusus disediakan jika terjadi sesuatu yang luar biasa, sepertl laporan kecelakaan di manufaktur, atau laporan tertentu yang diperoleh dari query database. Laporan khusus biasanya mengambarkan sesuatu yang sedang terjadi atau baru saja terjadi, berbeda dengan laporan periodik yang lebih berorientasi pada masa lalu atau apa yang telah terjadi.Laporan bisa juga merupakan gabungan dari laporan periodik dan laporan khusus, misalnya untuk membandingkan pendapatan pada saat ini dengan laporan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan seperti ini disebut dengan Management by exception.
Management by exception dapat dimasukan kedalam laporan dalam empat cara yaitu.
• Laporan jika terjadi pengecualian, seperti pada contoh berikut, data yang ditampilkan hanya untuk data lembur saja.
• Laporan menggunakan urutan untuk menonjolkan suatu pengecualian. Laporan berikut memperlihatkan komoditas mana yang memiliki nilai penjualan terbesar sampai terkecil.
• Laporan berdasarkan pengelompokan suatu pengecualian. Laporan dirancang sehingga manajer dapat mencari perkekecualian pada area tertentu, misalnya jika dia ingin melihat piutang yang berumur lebih dari 90 hari.
• Laporan yang menunjukan variansi dari normal, misalnya laporan yang ingin menunjukan berapa perbedaan antara arget penjualan dan penjualan sebenarnya.
Software pembuat laporan adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menghasilkan laporan periodik dan laporan khusus. Dari bentuknya laporan periodik dan laporan khusus mungkin terlihat sama. Perbedaan terdapat dari timeliness dan time horizon.Laporan periodik disiapkan sesuai jadwal tertentu, SIM periode awal terbatas pada penyediaan laporan periodik saja, tetapi hal ini menjadi sukar diterima ketika SIM telah menerapkan HRIS dan EIS.
Laporan khusus disediakan jika terjadi sesuatu yang luar biasa, sepertl laporan kecelakaan di manufaktur, atau laporan tertentu yang diperoleh dari query database. Laporan khusus biasanya mengambarkan sesuatu yang sedang terjadi atau baru saja terjadi, berbeda dengan laporan periodik yang lebih berorientasi pada masa lalu atau apa yang telah terjadi.Laporan bisa juga merupakan gabungan dari laporan periodik dan laporan khusus, misalnya untuk membandingkan pendapatan pada saat ini dengan laporan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan seperti ini disebut dengan Management by exception.
Management by exception dapat dimasukan kedalam laporan dalam empat cara yaitu.
• Laporan jika terjadi pengecualian, seperti pada contoh berikut, data yang ditampilkan hanya untuk data lembur saja.
• Laporan menggunakan urutan untuk menonjolkan suatu pengecualian. Laporan berikut memperlihatkan komoditas mana yang memiliki nilai penjualan terbesar sampai terkecil.
• Laporan berdasarkan pengelompokan suatu pengecualian. Laporan dirancang sehingga manajer dapat mencari perkekecualian pada area tertentu, misalnya jika dia ingin melihat piutang yang berumur lebih dari 90 hari.
• Laporan yang menunjukan variansi dari normal, misalnya laporan yang ingin menunjukan berapa perbedaan antara arget penjualan dan penjualan sebenarnya.
Model
Matematika
Jenis software SIM kedua berbentuk model matematika. Model matematika dapat dikategorikan dalam tiga karakteristik yaitu pengaruh waktu, tingkat keyakinan, dan kemampuan optimisasi. Model matematika berdasarkan pengaruh waktu dapat dibedakan menjadi model statis atau dinamis, model dinamis memiliki variabel waktu, sehingga hasil simulasi akan berdasarkan pada periode analisisnya. Model matematika berdasarkan tingkat keyakinan, mencakup model deterministik atau model probabilistik. Model deterministik adalah model yang hasilnya akan diketahui dengan pasti jika nilai variabel-variabel yang membentuknya diketahui. Model probabilistik akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan walaupun variabel yang membentuknya diketahui dengan pasti.
Model berdasarkan kemampuan optimasi dibedakan menjadi model optimasi atau suboptimasi. Model optimasi adalah model yang dapat memilih solusi terbaik dari berbagai alternatif, untuk mencapai model ini masalah harus memiliki struiktur yang sangat baik. Model suboptimasidisebut juga model satisficing model, memungkinkan manajer memasukan serangkaian keputusan dan model akan memproyeksikan hasilnya, model ini tidak mengidentifikasi keputusan terbaik melainkan membantu manajer memutuskan hal itu.
Model EOQ adalah model yang memiliki karakteristik statis, deterministik, dan optimasi.
Jenis software SIM kedua berbentuk model matematika. Model matematika dapat dikategorikan dalam tiga karakteristik yaitu pengaruh waktu, tingkat keyakinan, dan kemampuan optimisasi. Model matematika berdasarkan pengaruh waktu dapat dibedakan menjadi model statis atau dinamis, model dinamis memiliki variabel waktu, sehingga hasil simulasi akan berdasarkan pada periode analisisnya. Model matematika berdasarkan tingkat keyakinan, mencakup model deterministik atau model probabilistik. Model deterministik adalah model yang hasilnya akan diketahui dengan pasti jika nilai variabel-variabel yang membentuknya diketahui. Model probabilistik akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan walaupun variabel yang membentuknya diketahui dengan pasti.
Model berdasarkan kemampuan optimasi dibedakan menjadi model optimasi atau suboptimasi. Model optimasi adalah model yang dapat memilih solusi terbaik dari berbagai alternatif, untuk mencapai model ini masalah harus memiliki struiktur yang sangat baik. Model suboptimasidisebut juga model satisficing model, memungkinkan manajer memasukan serangkaian keputusan dan model akan memproyeksikan hasilnya, model ini tidak mengidentifikasi keputusan terbaik melainkan membantu manajer memutuskan hal itu.
Model EOQ adalah model yang memiliki karakteristik statis, deterministik, dan optimasi.
Kelebihan dan Kelemahan Model Matematika
Seorang manajer yang menggunakan model matematika akan memperoleh keuntungan:
• Pembuatan model merupakan pengalaman belajar.
• Kecepatan simulasi menyediakan kemampuan untuk mengevaluasi dampak keputusan secepat mungkin dibanding menunggu setelah keputusan dibuat.
• Model menyediakan daya prediksi yang tidak dapat disediakan oleh metode penghasil informasi lain.
• Model lebih murah dari pada metode trial and error. Pembuatan model memang mahal tetapi tidak artinya dibanding dampak dari keputusan yang buruk.
Kelemahan utama penggunaan model matematika:
• Tingkat kesulitan yang tinggi dalam pembuatan model sistem bisnis sering menghasilkan tidak mencakup semua faktor yang mempengaruhi. Hilangnya faktor dominan akan sangat mempengaruhi kualitas informasi yang dihasilkannya.
• Dibutuhkan tingkat keahlian matematik yang tinggi untuk mendapatkan model yang tepat. Identifikasi faktor secara lengkap tidak akan berguna jika pemodel tidak memiliki kemampuan untuk menghubungkannya dengan operator-operator matematika yang tepat.
Seorang manajer yang menggunakan model matematika akan memperoleh keuntungan:
• Pembuatan model merupakan pengalaman belajar.
• Kecepatan simulasi menyediakan kemampuan untuk mengevaluasi dampak keputusan secepat mungkin dibanding menunggu setelah keputusan dibuat.
• Model menyediakan daya prediksi yang tidak dapat disediakan oleh metode penghasil informasi lain.
• Model lebih murah dari pada metode trial and error. Pembuatan model memang mahal tetapi tidak artinya dibanding dampak dari keputusan yang buruk.
Kelemahan utama penggunaan model matematika:
• Tingkat kesulitan yang tinggi dalam pembuatan model sistem bisnis sering menghasilkan tidak mencakup semua faktor yang mempengaruhi. Hilangnya faktor dominan akan sangat mempengaruhi kualitas informasi yang dihasilkannya.
• Dibutuhkan tingkat keahlian matematik yang tinggi untuk mendapatkan model yang tepat. Identifikasi faktor secara lengkap tidak akan berguna jika pemodel tidak memiliki kemampuan untuk menghubungkannya dengan operator-operator matematika yang tepat.
Output Model
Simulasi model dapat disajikan dalam dua bentuk tampilan output yaitu:
• Output tabel, yaitu output berupa tampilan huruf dan angka yang digunakan jika semua data perlu ditampilkan.
• Output Grafik, muncul setelah era komputer WYSIWYG, di rintis oleh Lotus dam Microcomputer.
Simulasi model dapat disajikan dalam dua bentuk tampilan output yaitu:
• Output tabel, yaitu output berupa tampilan huruf dan angka yang digunakan jika semua data perlu ditampilkan.
• Output Grafik, muncul setelah era komputer WYSIWYG, di rintis oleh Lotus dam Microcomputer.
3. SISTEM
PENDUKUNG KEPUTUSAN (Decision Support System)
Dalam upaya memecahkan masalah seorang problem solver akan banyak membuat keputusan. Keputusan harus diambil untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif atau untuk memanfaatkan peluang.
Keputusan terbagi menjadi:
• Keputusan terprogram, bersifat berulang dan rutin.
• Keputusan tak terprogram, bersifat baru dan tidak terstruktur, tidak ada metode pasti untuk menanganinya karena belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam upaya memecahkan masalah seorang problem solver akan banyak membuat keputusan. Keputusan harus diambil untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif atau untuk memanfaatkan peluang.
Keputusan terbagi menjadi:
• Keputusan terprogram, bersifat berulang dan rutin.
• Keputusan tak terprogram, bersifat baru dan tidak terstruktur, tidak ada metode pasti untuk menanganinya karena belum pernah terjadi sebelumnya.
Manajer melakukan empat tahap
pengambilan keputusan, yaitu:
• Kegiatan Intelejen, mengamati lingkungan untukmencari kondisi yang perlu diperbaiki.
• Kegiatan Merancang, menemukan, mengembangkan, dan menganalisis berbagai alternatif tindakan yang mungkin.
• Kegiatan Memilih, memilih salah satu rangkaian tindakan diantara alternatif.
• Kegiatan Review, menilai pilihan-pilihan yang lalu.
• Kegiatan Intelejen, mengamati lingkungan untukmencari kondisi yang perlu diperbaiki.
• Kegiatan Merancang, menemukan, mengembangkan, dan menganalisis berbagai alternatif tindakan yang mungkin.
• Kegiatan Memilih, memilih salah satu rangkaian tindakan diantara alternatif.
• Kegiatan Review, menilai pilihan-pilihan yang lalu.
Jenis DSS
Jenis pertama hanya memungkinkan manajer mengambil elemen keputusan, seperti bertanya berapa jumlah penjualan wilayah X.
• Jenis kedua menungkinkan memperoleh laporan khusus dari suatu file, misalnya laporan persediaan.
• Jenis ketiga memungkinkan manajer mendapat laporan yang berasal dari berbagai file, seperti laporan laba rugi.
• Jenis keempat memungkinkan manajer melihat dampak-dampak berbagai keputusan. Misalnya perubahan harga produk dan implikasinya terhadap keuntungan.
• Jenis kelima memungkinkan manajer menerima usulan keputusan, misalnya memperolah harga jual optimal yang diproleh dari sebuah model matematika.
• Jenis keenam adalah DSS yang mampu memberikan keputusan, misalnya komputer yang memutuskan besarnya premi untuk nasabah berusia dibawah 25, bekerja di Trans Am, Tinggal Di Houston dll.
Tiga DSS pertama cukup dengan menggunakan database query, sedangkan tiga terakhir harus menyertakan model matematika.
Jenis pertama hanya memungkinkan manajer mengambil elemen keputusan, seperti bertanya berapa jumlah penjualan wilayah X.
• Jenis kedua menungkinkan memperoleh laporan khusus dari suatu file, misalnya laporan persediaan.
• Jenis ketiga memungkinkan manajer mendapat laporan yang berasal dari berbagai file, seperti laporan laba rugi.
• Jenis keempat memungkinkan manajer melihat dampak-dampak berbagai keputusan. Misalnya perubahan harga produk dan implikasinya terhadap keuntungan.
• Jenis kelima memungkinkan manajer menerima usulan keputusan, misalnya memperolah harga jual optimal yang diproleh dari sebuah model matematika.
• Jenis keenam adalah DSS yang mampu memberikan keputusan, misalnya komputer yang memutuskan besarnya premi untuk nasabah berusia dibawah 25, bekerja di Trans Am, Tinggal Di Houston dll.
Tiga DSS pertama cukup dengan menggunakan database query, sedangkan tiga terakhir harus menyertakan model matematika.
Tujuan DSS
• Membantu manajer membuat keputusan untuk pemecahan masalah semi terstruktur.
• Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
• Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer dari pada efisiensinya.
• Membantu manajer membuat keputusan untuk pemecahan masalah semi terstruktur.
• Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
• Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer dari pada efisiensinya.
4. SISTEM
PAKAR (ES)
Sistem pakar (Expert System) adalah sebuah sistem informasi yang memiliki intelegensia buatan (Artificial Intelegent) yang menyerupai intelegensia manusia. Sistem pakar mirip dengan DSS yaitu bertujuan menyediakan dukungan pemecahan masalah tingkat tinggi untuk pemakai. Perbedaan ES dan DSS adalah kemampuan ES untuk menjelaskan alur penalarannya dalam mencapai suatu pemecahan tertentu. Sangat sering terjadi penjelasan cara pemecahan masalah ternyata lebih berharga dari pemecahannya itu sendiri.
Sistem pakar (Expert System) adalah sebuah sistem informasi yang memiliki intelegensia buatan (Artificial Intelegent) yang menyerupai intelegensia manusia. Sistem pakar mirip dengan DSS yaitu bertujuan menyediakan dukungan pemecahan masalah tingkat tinggi untuk pemakai. Perbedaan ES dan DSS adalah kemampuan ES untuk menjelaskan alur penalarannya dalam mencapai suatu pemecahan tertentu. Sangat sering terjadi penjelasan cara pemecahan masalah ternyata lebih berharga dari pemecahannya itu sendiri.
Karakteristik Sistem Pakar
• Memiliki kemampuan belajar atau memahami masalah dari pengalaman.
• Memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan terhadap situasi baru.
• Mampu menangani masalah yang kompleks (semi terstruktur).
• Memecahkan masalah dengan penalaran.
• Menggunakan pengetahuan untuk menyelasaikan masalah.
• Memiliki kemampuan belajar atau memahami masalah dari pengalaman.
• Memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan terhadap situasi baru.
• Mampu menangani masalah yang kompleks (semi terstruktur).
• Memecahkan masalah dengan penalaran.
• Menggunakan pengetahuan untuk menyelasaikan masalah.
Bagian Sistem Pakar
User Interface, adalah bagian yang memungkinkan manajer mamasukan instruksi dan
informasi kedalam dan menerima informasi dari sistem pakar.
1. Input terdapat empat metode yaitu
• Menu
• Commands
• Natural Languange
• Customized Interfaces
2. Output Sistem Pakar , antara lain:
• Penjelasan dari pertanyaan
• Penjelasan dari penyelesaian masalah
3. Knowledge Base, adalah bagian yang memuat fakta-fakta yang menjelaskan area masalah, dan juga teknik menerangkan masalah yang menjelaskan bagaimana fakta-fakta tersebut cocok satu dengan yang lain dalam urutan yang logis. Istilah problem domain digunakan untuk menjelaskan area masalah.
4. Interference Engine, adalah bagian dari sistem pakar yang melakukan penalaran dengan menggunakan isi knowledge base berdasarkan urutan tertentu. Selama konsultasi, interference engine menguji aturan-aturan satu persatu dan ketika kondisi benar naka satu tindakan diambil.
5. Development Engine, adalah alat yang digunakan untuk menciptakan sistem pakar, dalam hal ini dua alat yang biasa digunakan adalah bahasa pemrograman dan ES shell.
1. Input terdapat empat metode yaitu
• Menu
• Commands
• Natural Languange
• Customized Interfaces
2. Output Sistem Pakar , antara lain:
• Penjelasan dari pertanyaan
• Penjelasan dari penyelesaian masalah
3. Knowledge Base, adalah bagian yang memuat fakta-fakta yang menjelaskan area masalah, dan juga teknik menerangkan masalah yang menjelaskan bagaimana fakta-fakta tersebut cocok satu dengan yang lain dalam urutan yang logis. Istilah problem domain digunakan untuk menjelaskan area masalah.
4. Interference Engine, adalah bagian dari sistem pakar yang melakukan penalaran dengan menggunakan isi knowledge base berdasarkan urutan tertentu. Selama konsultasi, interference engine menguji aturan-aturan satu persatu dan ketika kondisi benar naka satu tindakan diambil.
5. Development Engine, adalah alat yang digunakan untuk menciptakan sistem pakar, dalam hal ini dua alat yang biasa digunakan adalah bahasa pemrograman dan ES shell.
5. AUTOMASI KANTOR (OA)
Automasi kantor kini disebut dengan istilah kantor virtual, mencakup semua sistem elektronik formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang –orang didalam maupun diluar perusahaan. Pengguna OA dibagi menjadi empat kategori yaitu:
• Manajer, yang bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya perusahaan.
• Profesional, tidak mengelola tetapi menyumbangkan keahlian khusus yang membedakan mereka dengan sekretaris dan pegawai administrasi.
• Sekretaris, ditugaskan untuk membantu pekerja terdidik (Manajer & Profesional) untuk melaksanakan berbagai tugas korespondensi, menjawab telepon, dan mengatur jadwal pertemuan.
• Pegawai Administrasi, melaksanakan tugas-tugas untuk sekretaris, seperti mengioperasikan mesin fotokopi, menyususn dokumen, menyimpan dokumen, dan mengirim surat.
Automasi kantor kini disebut dengan istilah kantor virtual, mencakup semua sistem elektronik formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang –orang didalam maupun diluar perusahaan. Pengguna OA dibagi menjadi empat kategori yaitu:
• Manajer, yang bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya perusahaan.
• Profesional, tidak mengelola tetapi menyumbangkan keahlian khusus yang membedakan mereka dengan sekretaris dan pegawai administrasi.
• Sekretaris, ditugaskan untuk membantu pekerja terdidik (Manajer & Profesional) untuk melaksanakan berbagai tugas korespondensi, menjawab telepon, dan mengatur jadwal pertemuan.
• Pegawai Administrasi, melaksanakan tugas-tugas untuk sekretaris, seperti mengioperasikan mesin fotokopi, menyususn dokumen, menyimpan dokumen, dan mengirim surat.
Tujuan OA
• Menghindari Biaya, komputer tidak dapat menggantikan pegawai saat ini, tetapi setidaknya menunda penambahan poegawai yang diperlukan untuk menangani penambahan beban kerja,
• Pemecahan Masalah kelompok, memberikan kontribusi untuk komunikasi antar manajer
• Pelengkap, OA tidak dapat menggantikan komunikasi interpersonal tradisional seperti tatap muka, percakapan telepon, tulisan memo, dan sejenisnya, tetapi OA bersifat melengkapi sehingga jika dikombinasikan dengan media tradisional akan memberikan sinergi.
• Menghindari Biaya, komputer tidak dapat menggantikan pegawai saat ini, tetapi setidaknya menunda penambahan poegawai yang diperlukan untuk menangani penambahan beban kerja,
• Pemecahan Masalah kelompok, memberikan kontribusi untuk komunikasi antar manajer
• Pelengkap, OA tidak dapat menggantikan komunikasi interpersonal tradisional seperti tatap muka, percakapan telepon, tulisan memo, dan sejenisnya, tetapi OA bersifat melengkapi sehingga jika dikombinasikan dengan media tradisional akan memberikan sinergi.
Kontribusi CBIS
Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi subunit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah :
o penghematan waktu (time saving)
o penghematan biaya (cost saving)
o peningkatan efektivitas (effectiveness)
o pengembangan teknologi (technology development)
o pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).
Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam arena kompetisi yang semakin ketat.
Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi subunit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah :
o penghematan waktu (time saving)
o penghematan biaya (cost saving)
o peningkatan efektivitas (effectiveness)
o pengembangan teknologi (technology development)
o pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).
Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam arena kompetisi yang semakin ketat.
Bab II
DATABASE SYSTEM DAN
DBMS
Sistem Manajemen Basis DataSistem manajemen basis data (Bahasa
Inggris : databasemanagement system, DBMS), atau kadang disingkatSMBD, adalah
suatu sistem atau perangkat lunak yangdirancang untuk mengelola suatu basis
data danmenjalankan operasi terhadap data yang diminta banyakpengguna. Contoh
tipikal SMBD adalah akuntansi, sumberdaya manusia, dan sistem pendukung
pelanggan, SMBDtelah berkembang menjadi bagian standar di bagianpendukung (back
office) suatu perusahaan. Contoh SMBDadalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS
Access, MySQLdan sebagainya
Sistem Manajemen Basis DataDBMS merupakan perangkat lunak yang
dirancang untukdapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi datadalam jumah
yang besar. DBMS juga dirancang untukdapat melakukan masnipulasi data secara
lebih mudah.Sebelum adanya BMS maka data pada umumnya disimpandalam bentuk
flatfile, yaitu file teks yang ada pada sistemoperasi.Penggunaan perangkat
lunak ini memperbaiki beberapakelemahan dari flat file, seperti bertambahnya
kecepatandalam pengolahan data. Namun demikian metode ini masihmemiliki banyak
kelemahan, diantaranya adalah masalahmanajemen dan keamanan data yang masih
kurang.
Manfaat dan Kelebihan DBMS
Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyaibanyak manfaat dan
kelebihan dibandingkan denganpenyimpanan dalam bentuk flat file
atauspreadsheet, diantaranya :
1.
Performance yang didapat dengan penyimpanan dalam
bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang
disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih
baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori.
2.
Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS.
Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian
berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang
mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
3.
Independensi.
Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi
yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah
dengan penggunaan DBMS.
4.
. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan
database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga
kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari
pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
5.
Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih
fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS
akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.
Contoh DBMS Akuntansi adalah pengukuran,
penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu
manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat
alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan
lembagapemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan
menginterpretasikan aktivitas keuangan
Contoh DBMS Sumber daya manusia atau
biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan
perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu
mengelola dirinyasendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju
tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan
berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti sebagai
bagian integral dari sistem yang membentuk suatu organisasi. Oleh karena itu,
dalam bidang kajian psikologi, para praktisi SDM harus mengambil penjurusan industri
dan organisasi.
BAB III
NETWORK SYSTEM DAN PERANGKATNYA
Network system sering disebut juga
sebagai jaringan computer.Network system sendiri merupakan
sistem yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih komputer sehingga
memungkinkan para pengguna komputer tersebut dapat melakukan beberapa kegiatan,
seperti:
- Bertukar file atau data.
- Membuka file dan menjalankan program-program yang terdapat pada komputer lainnya.
- Menggunakan printer atau perangkat lain yang terhubung ke jaringan.
Network system terdiri dari beberapa macam, yaitu LAN, MAN,
WAN, dan internet.
- LAN (Local
Area Network)
adalah jaringan komputer-komputer pribadi (PC) dan beberapa periferal lainnya yang dihubungkan dengan kabel jaringan yang memungkinkan penggunaan sumber daya (misalnya printer, memori, dan hardisk) secara bersama. Komputer-komputer dalam sistem jaringan LAN dapat terpisah hingga beberapa kilometer dan biasanya digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer di suatu sekolah, kampus, laboratorium, warnet, toko, kantor, atau lingkungan tertentu.
- MAN
(Metropolitan Area Network)
adalah jaringan komputer yang pada dasarnya hampir sama dengan LAN, tetapi jangkauannya lebih luas, yaitu dapat mencapai jarak sekitar 15 km. Sistem jaringan MAN biasanya digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer dalam jaringan telepon lokal, telepon seluler, dan relay beberapa penyedia jasa layanan internet (ISP = Internet Service Provider).
- WAN (Wide
Area Network)
adalah jaringan komputer yang mempunyai jangkauan sangat luas, dan digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer antarkota, antarnegara dan bahkan antarbenua.
- Internet
merupakan jaringan komputer yang menghubungkan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia melalui satelit atau jaringan telepon yang memungkinkan para penggunanya dapat saling berkomunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung.
- Wireless
(Jaringan tanpa kabel)
jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel
Berdasarkan media pengiriman atau transmisi data yang digunakannya, Network system dapat dibedakan menjadi:
- Jaringan
berkabel (wired network)
yaitu jaringan komputer yang media transmisinya berupa kabel penghantar. Pada jaringan jenis ini, pengiriman data dari satu komputer ke komputer lainnya dilakukan melalui kabel penghantar tersebut dalam bentuk sinyal-sinyal listrik.
- Jaringan
tanpa kabel (wireless network)
yaitu jaringan komputer yang tidak menggunakan kabel. Pengiriman data pada jaringan jenis ini dilakukan dengan menggunakan gelombang elektromagnetik.
Pada dasarnya,
suatu jaringan komputer terdiri dari tiga komponen utama, yaitu perangkat lunak
aplikasi (application software), perangkat lunak jaringan (network
software), dan perangkat keras jaringan (network hardware).
- Perangkat
lunak aplikasi
terdiri dari program komputer yang terhubung ke para pengguna jaringan dan mengizinkan penggunaan informasi secara bersama (sharing of information). Adapun beberapa jenis perangkat lunak aplikasi yang umum digunakan adalah program client-server dan peer to peer.Untuk jenis client-server, komputer yang bertindak sebagai server bertugas untuk mengatur data dan aplikasi dalam jaringan, sedangkan komputer-komputer yang bertindak sebagai server dapat menggunakan data atau aplikasi dalam jaringan setelah mengajukan permintaan terlebih dahulu kepada komputer server. Sementara itu, untuk jenis peer to peer.Setiap komputer dapat mengirimkan pesan dan menggunakan data atau aplikasi dari komputer-komputer di dalam jaringan secara langsung tanpa melalui komputer server.
- Perangkat
lunak jaringan
terdiri dari program komputer yang bertindak sebagai protokol (pengatur) sebuah komputer untuk berkomunikasi dengan komputer lainnya melalui proses pengiriman dan penerimaan paket-paket data, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya tabrakan dalam pengiriman paket-paket data tersebut.
- Perangkat
keras jaringan
Perangkat keras jaringan terdiri dari komponen-komponen fisik yang menghubungkan komputer-komputer dalam jaringan. Dua perangkat keras jaringan yang paling penting adalah media transmisi (biasanya berupa kabel fiber optik) dan adaptor jaringan (network adapter)
TOPOLOGI
JARINGAN
Topologi jaringan adalah bagian yang menjelaskan
hubungan antar komputer yang dibangun bedasarkan kegunaan, keterbatasan
resource dan keterbatasan biaya. Topologi jaringan ada beberapa bentuk, antara
lain :
1. Topologi Bus. Topologi Bus ini merupakan
topologi yang pertama digunakan untuk menghubungkan komputer. Masing-masing
komputer akan terhubung ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan
pada akhir kabel harus diakhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah
jarang digunakan dalam jaringan komputer biasa karena memiliki kelebihan dan
kekurangan .
Topologi ini awalnya menggunakan kabel Coaxial sebagai media pengantar data dan informasi. Saat ini topologi ini dalam membangun jaringan komputer dengan menggunakan kabal serat optik ( fiber optic), akan tetapi digabungkan dengan topologi jaringan yang lain untuk memaksimalkan performanya.
Topologi ini awalnya menggunakan kabel Coaxial sebagai media pengantar data dan informasi. Saat ini topologi ini dalam membangun jaringan komputer dengan menggunakan kabal serat optik ( fiber optic), akan tetapi digabungkan dengan topologi jaringan yang lain untuk memaksimalkan performanya.
2. Topologi Cincin. Topologi cincin atau ring
topologi adalah topologi jaringan dimana setiap komputer yang terhubung membuat
lingkaran. Dengan artian setiap komputer yang terhubung kedalam satu jaringan
saling terkoneksi ke dua komputer lainnya sehingga membentuk satu jaringan yang
sama dengan bentuk cincin.
Adapun kelebihan dari topologi ini adalah kabel
yang digunakan bisa lebih dihemat. Tetapi kekurangan dari topologi ini adalah
pengembangan jaringan akan menjadi susah karena setiap komputer akan saling
terhubung.
3. Topologi Token Ring. Topologi ini hampir sama
dengan topologi ring akan tetapi pembuatannya lebih di sempurnakan. Pada token
ring kable penghubung di buat menjadi lingkaran terlebih dahulu dan nantinya
akan di buatkan terminal-terminal untuk masing-masing komputer dan perangkat
lain.
4. Topologi Bintang. Topologi bintang atau yang
lebih sering disebut dengan topologi star. Pada topologi ini kita sudah
menggunakan bantuan alat lain untuk mengkoneksikan jaringan komputer. Contoh
alat yang di pakai disini adalah hub, switch, dll. satu hubungan berfungsi sebagai
pusat penghubung komputer-komputer yang saling berhubungan. Keuntungan dari
topologi ini sangat banyak sekali diantaranya memudahkan admin dalam mengelola
jaringan, memudahkan dalam penambahan komputer atau terminal, kemudahan
mendeteksi kerusakan dan kesalahan pada jaringan.Tapi terdapat kelemahannya,
jika sentralnya rusak, semua komputer dalam jaringan tidak dapat berfungsi dan
bila pengiriman data secara bersamaan waktunya dapat terjadi collision.
5. Topologi Pohon. Topologi pohon atau di sebut juga topologi
hirarki dan bisa juga disebut topologi bertingkat merupakan topologi yang bisa
di gunakan pada jaringan di dalam ruangan kantor yang bertingkat. Pada Topologi
ini hubungan antar satu komputer dengan komputer lain merupakan percabangan
dengan hirarki yang jelas. sentral pusat atau yang berada pada bagian paling
atas merupakan sentral yang aktiv sedangkan sentral yang ada di bawahnya adalah
sentral yang pasif.
PEMANFAATAN JARINGAN KOMPUTER
PEMANFAATAN JARINGAN KOMPUTER
Pembentukan jaringan komputer mempunyai banyak manfaat, antara lain :
1. Bagi Pemakai peralatan . Dengan adanya jaringan
komputer, maka pemakaian beberapa peralatan komputer dapat dilakukan
bersama-sama saling bergantian tanpa harus memindahkan posisi peralatan yang
terpasang.
2. Bagi pakai Software. Hampir dalam setiap
organisasi, kemampuan dalam melakukan bagi pakai berkas atau file data
diperlukan setiap hari. Beberapa tipe software PC, khususnya program manajemen
basis data, didesain disamping agar bisa dipakai oleh satu pemakai, juga
dimungkinkan untuk dipakai bersama-sama dengan pemakai lain dalam waktu yang
bersamaan.
3. Komunikasi. Komunikasi antara pemakai dalam
suatu jaringan dapat dilakukan dengan menggunakan e-mail atau teleconference.
Sehingga kebutuhan akan komunikasi antar pemakai dapat dipenuhi tanpa harus
pindah dari tempat kerjanya.
4. Pemrosesan terpusat. Di dalam suatu jaringan
komputer, data dapat diolah secara terpusat atau secara terdistribusi.
Pemrosesan secara terpusat dilakukan apabila sebuah data yang dibuat oleh tiap
pemakai jaringan dikehendaki untuk disatukan dalam komputer pusat. Sebaliknya
pemrosesan terdistribusi dilakukan apabila suatu pekerjaan pengolahan data dari
komputer pusat dapat dikerjakan oleh tiap pemakai bedasarkan spesialisasi
bidang kerjaannya.
5. Keamanan Data. Keamanan data dapat diatur oleh
supervisor (administrator) dengan pemberian hak akses, pembatasan waktu akses
dan pemberian password untuk melindungi pemakaian komputer pusat.
6. Akses Internet bersama-sama. Jika ada salah satu
komputer berhubungan ke internet dan komputer tersebut memberikan ijin untuk
akses internet, maka para pengguna jaringan dapat melakukan aktivitas di
internet hanya dengan menggunakan satu buah akun di ISP, satu buah modem.
BAB IV
ANALISIS MASALAH SISTEM DALAM
PERUSAHAAN
Terlebih dulu kita melakukan
penelitian. penelitian ini dibuat dalam bentuk flow chart yang menggambarkan bagaimana perancangan pemecahan
masalah dari awal sampai akhir penelitian berdasarkan hasil dari keseluruhan
penelitian.
Langkah-langkah Pemecahan Masalah :
Observasi Lapangan
Observasi
merupakan langkah awal dari sebuah penelitian untuk mengetahui bagaimana
keadaan suatu perusahaan. Selain itu juga dilakukan pengamatan beserta
pengenalan proses produksi diperusahaan pada awal penelitian.
Identifikasi Masalah
Disertai studi
literatur yang merupakan awal dari proses penganalisaan pada sistem produksi
diperusahaan dengan perencanaan metode penyelesaian masalah berdasarkan buku
atau referensi yang akan digunakan. Pada penelitian ini setelah melakukan studi
literatur didapat permasalahan di perusahaan yaitu suatu perancangan produksi
yang belum menggunakan perhitungan secara teknis dan sistem komputerisasi dalam
menentukan rencana produksi. Maka diidentifikasikan sebuah masalah diperusahaan
adalah bagaimana membuat sistem aplikasi
yang dapat membantu perancangan penjadwalan induk produksi di perusahaan.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan
identifikasi masalah yang dibuat, maka penelitian ini diajukan untuk merancang
sebuah sistem atau perangkat lunak dalam perencanaan produksi yang berjalan
diperusahaan dengan memperhitungkan jadwal induk produksinya sehingga diperoleh hasil yang memungkinkan untuk
diimplementasikan pada perusahaan.
Pengumpulan Data
Proses
selanjutnya dalam perencanaan produksi untuk perusahaan ialah mengumpulkan data yang didapat dari beberapa langkah
pengambilan data. Langkah-langkah pengambilan data diantaranya:
1.
Studi Dokumentasi,
berdasarkan pengenalan dari perusahaan dan bersumber dari beberapa dokumen,
buku atau referensi lainnya baik yang didapat dari pihak perusahaan ataupun
luar perusahaan.
2.
Observasi Lapangan,
merupakan langkah awal dari penelitian dalam pencarian masalah dari perusahaan.
3.
Wawancara, ditujukan
untuk mengumpulkan data diperlukan dengan berinteraksi dengan pihak terkait
perusahaan yaitu pembimbing dalam melakukan penelitian ini.
Adapun data yang
dikumpulkan dari ketiga langkah diatas adalah sebagai berikut:
- Data aktual dari permintaan pemesanan produk.
- Data produksi dalam perancangan produk secara keseluruhan.
- Jam kerja dan Hari kerja standar karyawan.
- Data jumlah dan upah dari tenaga kerja.
- Ongkos produksi perusahaan.
Analisis
Sistem
Analisis ini dibuat sebagai langkah awal dalam
perancangan sistem aplikasi. Dalam analisis sistem terdapat beberapa langkah
diantaranya:
a.
Analisis
Perusahaan.
b.
Analisis
Sistem Lama Perusahaan.
c.
Analisis
Kelemahan Sistem Lama.
d.
Analisis
Kebutuhan.
Setelah melakukan analisis sistem maka dapat ditentukan
apakah sistem ini layak atau tidak untuk perusahaan. Jika layak maka lanjutkan
kelangkah perancangan atau desain sistem, jika tidak layak maka kembali
keidentifikasi permasalahan.
Perancangan
Sistem
Perancangan sistem ini merupakan penggambaran dari
sistem informasi dalam bentuk konteks diagram, Data Flow Diagram (DFD) dan perancangan data base dengan menggunakan tahap Normalisasi yang kemudian perancangan
Entity
Relationship Diagram (ERD) dengan menuliskan arus data pada Data Flow Diagram (DFD) dengan menggunakan kamus data. Ditambah dengan contoh
perhitungan dalam pembuatan aplikasi sistem yang akan dibuat diantaranya dengan
menghitung
Rencana Produksi Agregat setelah itu
melakukan proses disagregasi dengan mengunakan metode Britan and Hax. Langkah
berikutnya yaitu membuat Master Produk
Schedule (MPS) dan membandingkan kebutuhan kapasitas kasar atau Rought Cut Capacity Planning (RCCP)
dengan kapasitas yang tersedia.
Implementasi
Sistem
Setelah
perancangan sistem dibuat maka langkah selanjutnya ialah pembuatan
implementasi sistem yang prosesnya menguraikan seleksi penginstalan program,
penggunaan program aplikasi serta penerapan dan pengujian sistem informasi baru
diperusahaan.
BAB V
ANALISIS KELEMAHAN SISTEM DALAM
PERUSAHAAN
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah melakukan
penelitian.penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan
-
Apa yang akan dikerjakan?
-
Bagaimana mengerjakannya?
-
Siapa yang mengerjakannya?
-
Dimana dikerjakan?
Menganalisis kelemahan system sebaiknya dilakukan untuk menjawab
pertanyaan
-
Mengapa dikerjakan?
-
Perlukah dikerjakan?
-
Apakah telah dikerjakan dengan baik?
Sasaran yang diinginkan oleh system yang baru di tentukan
oleh criteria penilaian sbagai berikut:
-
Relevance
-
Capacity
-
Efficiency
-
Timeliness
-
Accessibility
-
Flexibility
-
Accuracy
-
Reliability
-
Security
-
Economy
-
Simplicity
Berdasarkan pertanyaan dan kriteria ini selanjutnya
analisis system akan dapat melakukan analis dari hasil penelitian dengan baik
untuk menemukan kelemahan dari system yang ada.
Analisa yang dilakukan meliputi :
ANALISA DAFTAR PERTANYAAN
Distribusi pekerjaan
-
Apakah tugas dan tanggungjawab telah didefinisikan dan
diterapkan dengan jelas?
-
Apakah telah didistribusikan dengan efektif untuk
masing-masing personil dan unit organisasi?
Pengukuran pekerjaan
-
Apakah kebijakan dan prosedur telah dipahami dan
diikuti?
-
Apakah produktifivitas karyawan memuaskan?
-
Apakah unit-unit organisasi telah bekerja sama dan
terkoordinasi dengan baik menjadi arus data dengan lamcar?
-
Apakah terjadi operasi yang tumpah tindih?
-
Seberapa perlu hasil dari tiap-tiap operasi?
-
Apakah terdapat operasi yang menghambat arus data?
-
Apakah volume puncak dari data dapat ditangani dengan
baik?
-
Apakah terdapat standar kinerja yang baik dan selalu
mutakhir?
Keandalan
-
Apakah jumlah kesalahan yang terjadi di masing-masing
operasi diminimumkan ?
-
Apakah operasi-operasi telah direncanakan dengan baik
dan terkendali ?
Dokumen
-
Seberapa perlu
dokumen-dokumen yang ada ?
-
Apakah masing-masing dokumen telah dirancang untuk
penggunaan yg efektif?
-
Apakah tembusan dari dokumen perlu ?
Laporan
-
Dapatkah laporan dipersiapkan dengan mudah dari file
dan dokumen yang ada ?
-
Apakah terdapat duplikasi di file,catatan dan laporan ?
Teknologi
-
Apakah fasilitas dari sistem informasi (personil,
peralatan dan fasilitas lain) cukup
untuk menangani volume rata-rata data tanpa terjadi
penundaan yang berarti ?
Untuk mengidentifikasi
masalah ada tiga pertanyaan yang harus di jawab:
-
Apa masalah yang harus diselesaikan dengan sistem informasi ?
-
Apa
penyebab masalah tersebut ?
-
Siapa
yang menjadi pengguna akhir sistem ?
Untuk menganalisis sistem
yang ada dapat menggunakan analisis PIECES,Analisis (performance) Kinerja.Masalah
kinerja ini terjadi bila tugas tugas bisnis yang dijalankan tidak
mencapai sasaran.
Kebutuhan peningkatan
informasi meliputi :
-
Kurangnya
informasi mengenai keputusan
-
Kurangnya informasi yang relevan
-
Kurangnya
informasi yang tepat waktu
-
Informasi
tidak akurat
BIAYA
-
Biaya
tidak di ketahui
-
Biaya
tidak dapat dilacak ke sumber
-
Biaya
terlalu tinggi
KEUNTUNGAN
-
Pasar-pasar
baru dapat di eksplorasai
-
Pemasaran
saat ini dapat diperbaiki
-
Pesanan-pesanan
dapat di tingkatkan
Hal-hal yang harus diperhatikan :
-
Input
data tidak di edit dengan cukup
-
Terjadi
pencurian data
-
Pelanggaran
etika pada data dan informasi
-
Terjadi
kesalahan data pada saat data di akses
-
Terjadi
kesalahan saat membuat keputusan
Beberapa Indikasi sistem
tidak efissien :
-
Banyak
waktu terbuang pada aktifitas SDM, mesin dan computer
-
Input
data secara berlebihan
-
Data
diproses secara berlebihan
-
Informasi
dihasilkan secara berlebihan
Analisis Laya
Hal-hal yang akan terjadi apabila sistem
tidak effisien :
-
Sistem menghasilkan produk yang tidak akurat
-
Sistem
menghasilkan produk yang tidak konsisten
-
Sistem
menghasilkan produk yang tidak dipercaya
-
Sistem
sulit di fahami
-
Sistem
sulit digunakan
-
Sistem tidak fleksibel
BAB VI
ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI BAGI MANAJEMEN
Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem
informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui
kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui
kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe
keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka
terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah
supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan
manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun
keputusan-keputusan yang strategis. Sehingga SIM adalah suatu sistem yang
menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan
dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi. Beberapa kegunaan/fungsi sistem
informasi antara lain adalah sebagai berikut:
- Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
- Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
- Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
- Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
- Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
- Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
- Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
- Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
- Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
- Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
- SIM untuk Pendukung Pengambilan Keputusan Sebuah sistem keputusan, yaitu model dari sistem dengan mana keputusan diambil, dapat tertutup atau terbuka. Sebuah sistem keputusan tertutup menganggap bahwa keputusan dipisah dari masukkan yang tidak diketahui dari lingkungan. Dalam sistem ini pengambil keputusan dianggap:
- Mengetahui semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya masing-masing
- Memiliki metode (aturan, hubungan, dan sebagainya) yang memungkinkan dia membuat urutan kepentingan semua alternatif.
- Memilih alternatif yang memaksimalkan sesuatu, misalnya laba, volume penjualan, atau kegunaan.
Konsep sebuah sistem keputusan tertutup jelas
menganggap orang rasional yang secara logis menguji semua alternatif,
mengurutkan berdasarkan kepentingan hasilnya, dan memilih alternatif yang
membawa kepada hasil yang terbaik/maksimal. Model kuantitatif pengambilan
keputusan biasanya adalah model sistem keputusan tertutup. Sebuah sistem
keputusan terbuka memandang keputusan sebagai berada dalam suatu lingkungan
yang rumit dan sebagian tak diketahui. Keputusan dipengaruhi oleh lingkungan
dan pada gilirannya proses keputusan kemudian mempengaruhi lingkungan.
Pengambilan keputusan dianggap tidak harus logis dan sepenuhnya rasional,
tetapi lebih banyak memperlihatkan rasionalitas hanya dalam batas yang
dikemukakan oleh latar belakang, pandangan atas alternatif, kemampuan menangani
suatu model keputusan, dan sebagainya.
12. SIM Berdasarkan Aktivitas/Kegiatan Manajemen
Kegiatan dan proses informasi untuk tiga tingkat
adalah saling berhubungan. Contohnya pengendalian inventaris pada tingkatan
operasional bergantung pada proses yang tepat dari transaksi; pada tingkat dari
pengendalian manajemen, pembuatan keputusan tentang keamanan persediaan dan
frekuensi memesan lagi bergantung pada pembetulan ringkasan dari hasil
operasi-operasi; pada tingkat strategi, hasil dalam operasi-operasi dan
pengendalian manajemen yang dihubungkan pada tujuan-tujuan strategi, saingan
tindak tanduk dan sebagainya untuk mencapai strategi inventaris. Tampaknya
terdapat kontras tajam antara ciri-ciri informasi untuk perencanaan
pengendalian dan taktis berada di tengahnya.
13. Sistem Informasi Untuk Pengendalian
Operasional Pengendalian operasional adalah proses pemantapan agar kegiatan
operasional dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian operasional
menggunakan prosedur dan aturan keputusan yang sudah ditentukan lebih dahulu.
Sebagian besar keputusan bisa diprogramkan.
Pendukung pemrosesan untuk pengendalian
operasi terdiri dari :
a. Proses transaksi
b. Proses laporan
c. Proses pemeriksaan
Beberapa contoh di bawah ini menggambarkan jenis
dukungan keputusan yang dapat dibuat dalam sistem pengendalian operasional :
a. Suatu transaksi penarikan kembali sediaan
menghasilkan suatu dokumen transaksi. Pengolahan transaksi juga dapat
menyelidiki persediaan yang ada, dan memutuskan apakah suatu pesanan pembelian
sediaan harus diadakan.
b. Suatu pemeriksaan terhadap file pegawai
menjelaskan keperluan untuk suatu posisi. Komputer menyelidiki file pegawai
menggunakan program untuk memilih kandidat secara kasar.
c. Laporan rutin dihasilkan secara periodik.
Tetapi suatu aturan keputusan yang diprogramkan dalam suatu prosedur pengolahan
laporan bisa menciptakan laporan khusus dalam suatu bidang masalah. Contoh :
suatu analisis pesanan yang masih belum dilayani setelah 30 hari.
14. Sistem Informasi Untuk Pengendalian
Manajemen Informasi pengendalian manajemen diperlukan oleh manajer departemen
untuk mengukur pekerjaan, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan
keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional, dna mengalokasi sumber
daya. Proses pengendalian manajemen memerlukan jenis informasi berikut :
1) Pekerjaan yang telah direncanakan
(standar, ekspektasi, anggaran, dll)
2) Penyimpangan dari pekerjaan yang telah
direncanakan
3) Sebab penyimpangan
4) Analisis keputusan atau arah tindakan yang
mungkin
Database untuk pengendalian manajemen terdiri dari
dua elemen utama : (1) database dari operasional, dan (2) rencana, anggaran,
standar, dll yang mendefinisikan perkiraan tentang pelaksanaan, juga beberapa
data eksternal seperti perbandingan industri dan indeks biaya.
Proses untuk mendukung keputusan kegiatan
pengendalian manajemen adalah sebagai berikut :
1) Model perencanaan dan anggaran
2) Program-program laporan penyimpangan
3) Model-model analisis masalah
4) Model-model keputusan
5) Model-model pemeriksaan/pertanyaan
Keluaran dari sistem informasi pengendalian
manajemen adalah : rencana dan anggaran, laporan yang terjadwal, laporan khusus,
analisissituasi masalah, keputusan untuk penelaahan, dan jawaban atas
pertanyaan.
15. Sistem Informasi Untuk Perencanaan
Strategis Tujuan perencanaan strategis adalah untuk mengembangkan strategi
dimana suatu organisasi akan mampu mencapai tujuannya. Horison waktu untuk
perencanaan strategis cenderung lama, sehingga perubahan mendasar dalam
organisasi bisa diadakan, sebagai contoh :
a. Suatu rantai pertokoan dapat memustuskan
untuk mengubah menjadi usaha melalui pesanan
b. Suatu toko serba ada dengan toko di pusat
kota dapat memutuskan untuk mengubah menjadi suatu toko obral di luar kota.
Aktifitas perencanaan strategis tidak harus
terjadi dalam suatu siklus periode seperti kegiatan pengendalian manajemen.
Kegiatan ini memang agak tidak teratur, meskipun beberapa perencanaan strategis
bisa dijadwalkan ke dalam perencanaan tahunan dan siklus penganggaran. Beberapa
jenis data yang berguna dalam perencanaan strategis menunjukkan ciri data :
a. Prospek ekonomi bagi bidang kegiatan
perusahaan dewasa ini.
b. Lingkungan politik dewasa ini dan
perkiraan masa mendatang
c. Kemampuan dan prestasi organisasi menurut
pasaran, negara, dan sebagainya (berdasarkan kebijakan dewasa ini).
d. Proyeksi kemampuan dan prestasi masa
mendatang menurut pasaran, negara, dan sebagainya (berdasarkan kebijakan dewasa
ini).
e. Prospek bagi industri di daerah lain.
f. Kemampuan saingan dan saham pasar mereka.
g. Peluang bagi karya usaha baru.
h. Alternatif strategi
i.
Proyeksi
kebutuhan sumber daya bagi alternatif beberapa strategi.
Dukungan sistem informasi untuk perencanaan
strategis tidak bisa selengkap seperti bagi pengendalian manajemen dan
pengendalian operasional. Namun demikian sistem informasi manajemen dapat
memberi bantuan yang cukup pada proses perencanaan strategis, misalnya:
a. Evaluasi kemampuan yang ada didasarkan
atas data internal yang ditimbulkan kebutuhan pengolahan operasional.
b. Proyeksi kemampuan mendatang dapat
dikembangkan oleh data masa lampau dan diproyeksikan ke masa mendatang
c. Data pasar dan persaingan yang mungkin
bisa direkam dalam database komputer.
16. SIM Berdasarkan Fungsi Organisasi Sistem
informasi manajemen dapat dianggap sebagai suatu federasi subsistem yang
didasarkan atas fungsi yang dilaksanakan dalam suatu organisasi. Masing-masing
subsistem membutuhkan aplikasi-aplikasi yntuk membentuk semua proses informasi
yang berhubungan dengan fungsinya, walaupun akan menyangkut database, model
base dan beberapa program komputer yang biasa untuk setiap subsistem
fungsional. Dalam masing-masing subsistem fungsional, terdapat aplikasi untuk
proses transaksi, pengendalian operasional, pengendalian manajemen, dan
perencanaan strategis.
BAB VII
ANALISIS KELAYAKAN
SISTEM INFORMASI (TELOS)
System informasi merupakan pengeluaran modal yang besar
dan harus dievaluasi dengan cara yang sama
seperti investasi besar lain yang akan dilakukan oleh organisasi. Yang
memperumit investasi itu adalah karena investasi tersebut memerlukan lebih dari
sekedar pengeluaran uang yang besar . Manajemen seluruh organisasi harus
berkomitmen untuk melaksanakan proses bisnis yang memungkinkan tiap proses
bisnis lain di dalam organisasi melihat dan memahami trnasaksi tersebut
.Kerumitannya adalah kenyataan bahwa banyak keuntungan SIM perusahaan tidak
bersifat financial .
Kelayakan Ekonomis
Jika keuntungan melebihi biaya yang ditargetkan ,
maka suatu proyek layak secara ekonomis. Akan tetapi sebagian besar
kerugiannya berasal dari biaya
konsultasi dan pendukung, yang merupakan tambahan atas biaya perangkat lunak
dan perangakat ERP yang mula-mula perusahhan pertimbangkan saat membut analisis
kelayakan.
Kelayakan Teknis
Sistem informasi dapat dianggap sebagai aplikasi canggih yang
didasarkan pada system manajemen database karena data disimpan disatu database
, transaksi yang terjadi berbagai operasi yang tersebar secara geografis
mungkin menjadi masalah. Satu hal
yang penting SIM perusahaan yang dioperasi kan oleh organisasi besar yang
tersebar secara geografis umumnya memerlukan teknologi informasi terkini.
BAB VIII
PROYEK PENGEMBANGAN
SISTEM INFORMASI
1.Tahap
Perencanaan
Tahap ini merupakan suatu rangkaian kegiatan sejak ide pertama yang melatarbelakangi pelaksanaan pengembangan sistem tersebut dilontarkan. Dalam tahap perencanaan pengembangan sistem harus mendapatkan perhatian yang sama besarnya dengan merencanakan
proyek-proyek besar lainnya, seperti perencanaan pengadaan perangkat jaringan teknologi informasi (TI), rencana membangun gedung kantor 15 tingkat.
Keuntungan-keuntungan yang diperoleh jika proyek pengembangan sistem informasi direncanakan secara matang, mencakup:
- Ruang lingkup proyek dapat ditentukan secara jelas dan tegas. Unit organisasi, kegiatan ataun sistem yang mana yang akan dilibatkan dalam pengembangan ini? unit mana yang tidak dilibatkan? Informasi ini memberikan perkiraan awal besarnya sumber daya yang diperlukan.
- Dapat mengidentifikasi wilayah/area permasalahan potensial. Perencanaan akan menunjukkan hal-hal yang mungkin bisa terjadi suatu kesalahan, sehingga hal-hal demikian dapat dicegah sejak awal.
- Dapat mengatur urutan kegiatan. Banyak sekali tugas-tugas terpisah dan harus berjalan secara bersamaan/paralel yang diperlukan untuk pengembangan sistem. Tugas-tugas ini diatur dalam urutan logis berdasarkan prioritas informasi dan kebutuhan untuk efisiensi.
- Tersedianya sarana pengendalian. Tingkat pengukuran kinerja harus dipertegas sejak awal.
2.Tahap Analisis
Ada dua aspek yang menjadi fokus tahap ini, yaitu aspek bisnis atau manajemen dan aspek teknologi. Analisis aspek bisnis mempelajari karakteristik organisasi yang bersangkutan. Tujuan dilakukannya langkah ini adalah untuk mengetahui posisi atau peranan teknologi informasi yang paling sesuai dan relevan di organisasi dan mempelajari fungsi-fungsi manajemen dan aspek-aspek bisnis terkait yang akan berpengaruh atau memiliki dampak tertentu terhadap proses desain, konstruksi, dan implementasi.
Selama tahap analisis, sistem analis terus bekerjasama dengan manajer, dan komite pengarah SIM terlibat dalam titik-titik yang penting mencakup kegiatan sebagai berikut:
a. Menetapkan rencana penelitian sistem
b. Mengorganisasikan tim proyek
c. Mendefinisikan kebutuhan informasi
d. Mendefinisikan kriteria kinerja sistem
e. Menyiapkan usulan rancangan sistem
f. Menyetujui atau menolak rancangan proyek pengembangan sistem
Keluaran dari proses analisis di kedua aspek ini adalah masalahmasalah penting yang harus segera ditangani, analisis penyebab dan dampak permasalahan bagi organisasi, beberapa kemungkinan skenario pemecahan masalah dengan kemungkinan dan dampak risiko serta potensinya, dan pilihan alternatif solusi yang direkomendasikan.
3.Tahap Perancangan/Desain
Pada tahap ini, tim teknologi informasi bekerja sama dengan tim bisnis atau manajemen melakukan perancangan komponen-komponen sistem terkait. Tim teknologi informasi akan melakukan perancangan teknis dari teknologi informasi yang akan dibangun, seperti system basis data, jaringan komputer, teknik koversi data, metode migrasi sistem, dan sebagainya.
Sementara itu, secara paralel dan bersama-sama tim bisnis atau manajemen, dan tim teknologi informasi akan melakukan perancangan terhadap komponen-komponen organisasi yang terkait, seperti: yang akan berpengaruh atau memiliki dampak tertentu terhadap proses desain, konstruksi, dan implementasi. Selama tahap analisis, sistem analis terus bekerjasama dengan manajer, dan komite pengarah SIM terlibat dalam titik-titik yang penting mencakup kegiatan sebagai berikut:
a. Menetapkan rencana penelitian sistem
b. Mengorganisasikan tim proyek
c. Mendefinisikan kebutuhan informasi
d. Mendefinisikan kriteria kinerja sistem
e. Menyiapkan usulan rancangan sistem
f. Menyetujui atau menolak rancangan proyek pengembangan system
Keluaran dari proses analisis di kedua aspek ini adalah masalah-masalah penting yang harus segera ditangani, analisis penyebab dan dampak permasalahan bagi organisasi, beberapa kemungkinan skenario pemecahan masalah dengan kemungkinan dan dampak risiko serta potensinya, dan pilihan alternatif solusi yang direkomendasikan.
4. Tahap Pembangunan Fisik/Konstruksi
Berdasarkan desain yang telah dibuat, konstruksi atau pengembangansistem yang sesungguhnya (secara fisik) dibangun. Tim teknis merupakan tulang punggung pelaksanaan tahap ini, mengingat semua hal yang bersifat konseptual harus diwujudkan dalam suatu konstruksi teknologi informasi dalam skala yang lebih detail.
Dari semua tahapan yang ada, tahap konstruksi inilah yang biasanya paling banyak melihatkan sumber daya terbesar, terutama dalam hal penggunaan SDM, biaya, dan waktu. Pengendalian terhadap manajemen proyek pada tahap konstruksi harus diperketat agar penggunaan sumber daya dapat efektif dan efisien. Bagaimanapun, hal ini akan berdampak terhadap keberhasilan proyek sistem informasi yang diselesaikan secara tepat waktu. Akhir dari tahap konstruksi biasanya berupa uji coba atas sistem informasi yang baru dikembangkan.
5. Tahap Implementasi
Tahap implementasi merupakan tahap yang paling kritis karena untuk pertarna kalinya sistem informasi akan dipergunakan di dalam organisasi. Ada berbagai pendekatan untuk implementasi sistem yang baru didesain. Pekerjaan utama dalam implementasi sistem biasanya mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Merencanakan waktu yang tepat untuk implementasi
b. Mengumumkan rencana implementasi
c. Mendapatkan sumberdaya perangkat keras dan lunak
d. Menyiapkan database
e. Menyiapkan fasilitas fisik
f. Memberikan pelatihan dan workshop
g. Menyiapkan saat yang tepat untuk cutover (peralihan sistem)
h. Penggunaan sistem baru
Pemberian pelatihan (training) harus diberikan kepada semua pihak yang terlibat sebelum tahap implementasi dimulai. Selain untuk mengurangi risiko kegagalan, pemberian pelatihan juga berguna untuk menanamkan rasa memiliki terhadap sistem baru yang akan diterapkan. Dengan cara ini, seluruh jajaran pengguna akan dengan mudah menerima sistem tersebut dan memeliharanya dengan baik di masa-masa mendatang.
6. Tahap Pasca Implementasi
Pengembangan sistem informasi biasanya diakhiri setelah tahap implementasi dilakukan. Namun, ada satu tahapan lagi yang harus dijaga dan diperhatikan oleh manajemen, yaitu tahap pasca implementasi. Kegiatan yang dilakukan di tahap pasca implementasi adalah bagaimana pemeliharaan sistem akan dikelola.
Seperti halnya sumber daya yang lain, sistem informasi akan mengalami perkembangan di kemudian hari. Hal-hal seperti modifikasi sistem, berpedoman ke sistem lain, perubahan hak akses sistem, penanganan terhadap fasilitas pada sistem yang rusak, merupakan contoh dari kasus-kasus yang biasanya timbul dalam pemeliharaan sistem. Disinilah diperlukan dokumentasi yang memadai dan pemindahan pengetahuan dari pihak penyusun sistem ke pengguna untuk menjamin terkelolanya dengan baik proses-proses pemeliharaan sistem.
Dari perspektif manajemen, tahap pasca-implementasi adalah berupa suatu aktivitas di mana harus ada personil atau divisi yang dapat melakukan perubahan atau modifikasi terhadap sistem informasi sejalan dengan perubahan kebutuhan bisnis yang dinamis.
Metode Pengembangan Perangkat Lunak
Metode-metode pengembangan perangkat lunak yang ada pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu metode fungsi/data (function data methods) dan metode berorientasi objek (object-oriented methods). Pada intinya, metode fungsi/data memberlakukan fungsi dan data secara terpisah. Motode berorientasi objek memberlakukan fungsi dan data secara ketat sebagai satu kesatuan.
Metode fungsi/data membedakan fungsi dan data. Fungsi, pada prinsipnya, adalah aktif dan memiliki perilaku, sedangkan data adalah pemegang informasi pasif yang dipengaruhi oleh fungsi. Sistem biasanya dipilah menurut fungsi, di mana data dikirim di antara fungsi-fungsi tersebut. Fungsi kemudian dipilah lebih lanjut dan akhirnya diubah menjadi kode sumber (program komputer).
Sistem yang dikembangkan dengan metode fungsi/data sering sulit pemeliharaannya. Problem utama dengan metode fungsi/data adalah bahwa seluruh fungsi harus paham bagaimana data disimpan. Dengan kata lain, fungsi harus paham struktur datanya. Seringkali, dalam hal-hal
tertentu, tipe data yang berbeda memiliki format data yang sangat berbeda. Problem lain dalam metode fungsi/data adalah bahwa manusia secara alami tidak berfikir secara terstruktur. Dalam kenyataannya, spesifikasi kebutuhan biasanya diformulasikan dalam bahasa manusia.
Metode berorientasi-objek mencoba menstrukturkan sistem dari item-item yang ada dalam domain masalah. Metode ini biasanya sangat stabil dan perubahannya sangat sedikit Perubahan yang terjadi biasanya mempengaruhi hanya satu atau sedikit hal tertentu, yang artinya
perubahan yang dibuat hanya terjadi secara lokal di sistem.
Tahap ini merupakan suatu rangkaian kegiatan sejak ide pertama yang melatarbelakangi pelaksanaan pengembangan sistem tersebut dilontarkan. Dalam tahap perencanaan pengembangan sistem harus mendapatkan perhatian yang sama besarnya dengan merencanakan
proyek-proyek besar lainnya, seperti perencanaan pengadaan perangkat jaringan teknologi informasi (TI), rencana membangun gedung kantor 15 tingkat.
Keuntungan-keuntungan yang diperoleh jika proyek pengembangan sistem informasi direncanakan secara matang, mencakup:
- Ruang lingkup proyek dapat ditentukan secara jelas dan tegas. Unit organisasi, kegiatan ataun sistem yang mana yang akan dilibatkan dalam pengembangan ini? unit mana yang tidak dilibatkan? Informasi ini memberikan perkiraan awal besarnya sumber daya yang diperlukan.
- Dapat mengidentifikasi wilayah/area permasalahan potensial. Perencanaan akan menunjukkan hal-hal yang mungkin bisa terjadi suatu kesalahan, sehingga hal-hal demikian dapat dicegah sejak awal.
- Dapat mengatur urutan kegiatan. Banyak sekali tugas-tugas terpisah dan harus berjalan secara bersamaan/paralel yang diperlukan untuk pengembangan sistem. Tugas-tugas ini diatur dalam urutan logis berdasarkan prioritas informasi dan kebutuhan untuk efisiensi.
- Tersedianya sarana pengendalian. Tingkat pengukuran kinerja harus dipertegas sejak awal.
2.Tahap Analisis
Ada dua aspek yang menjadi fokus tahap ini, yaitu aspek bisnis atau manajemen dan aspek teknologi. Analisis aspek bisnis mempelajari karakteristik organisasi yang bersangkutan. Tujuan dilakukannya langkah ini adalah untuk mengetahui posisi atau peranan teknologi informasi yang paling sesuai dan relevan di organisasi dan mempelajari fungsi-fungsi manajemen dan aspek-aspek bisnis terkait yang akan berpengaruh atau memiliki dampak tertentu terhadap proses desain, konstruksi, dan implementasi.
Selama tahap analisis, sistem analis terus bekerjasama dengan manajer, dan komite pengarah SIM terlibat dalam titik-titik yang penting mencakup kegiatan sebagai berikut:
a. Menetapkan rencana penelitian sistem
b. Mengorganisasikan tim proyek
c. Mendefinisikan kebutuhan informasi
d. Mendefinisikan kriteria kinerja sistem
e. Menyiapkan usulan rancangan sistem
f. Menyetujui atau menolak rancangan proyek pengembangan sistem
Keluaran dari proses analisis di kedua aspek ini adalah masalahmasalah penting yang harus segera ditangani, analisis penyebab dan dampak permasalahan bagi organisasi, beberapa kemungkinan skenario pemecahan masalah dengan kemungkinan dan dampak risiko serta potensinya, dan pilihan alternatif solusi yang direkomendasikan.
3.Tahap Perancangan/Desain
Pada tahap ini, tim teknologi informasi bekerja sama dengan tim bisnis atau manajemen melakukan perancangan komponen-komponen sistem terkait. Tim teknologi informasi akan melakukan perancangan teknis dari teknologi informasi yang akan dibangun, seperti system basis data, jaringan komputer, teknik koversi data, metode migrasi sistem, dan sebagainya.
Sementara itu, secara paralel dan bersama-sama tim bisnis atau manajemen, dan tim teknologi informasi akan melakukan perancangan terhadap komponen-komponen organisasi yang terkait, seperti: yang akan berpengaruh atau memiliki dampak tertentu terhadap proses desain, konstruksi, dan implementasi. Selama tahap analisis, sistem analis terus bekerjasama dengan manajer, dan komite pengarah SIM terlibat dalam titik-titik yang penting mencakup kegiatan sebagai berikut:
a. Menetapkan rencana penelitian sistem
b. Mengorganisasikan tim proyek
c. Mendefinisikan kebutuhan informasi
d. Mendefinisikan kriteria kinerja sistem
e. Menyiapkan usulan rancangan sistem
f. Menyetujui atau menolak rancangan proyek pengembangan system
Keluaran dari proses analisis di kedua aspek ini adalah masalah-masalah penting yang harus segera ditangani, analisis penyebab dan dampak permasalahan bagi organisasi, beberapa kemungkinan skenario pemecahan masalah dengan kemungkinan dan dampak risiko serta potensinya, dan pilihan alternatif solusi yang direkomendasikan.
4. Tahap Pembangunan Fisik/Konstruksi
Berdasarkan desain yang telah dibuat, konstruksi atau pengembangansistem yang sesungguhnya (secara fisik) dibangun. Tim teknis merupakan tulang punggung pelaksanaan tahap ini, mengingat semua hal yang bersifat konseptual harus diwujudkan dalam suatu konstruksi teknologi informasi dalam skala yang lebih detail.
Dari semua tahapan yang ada, tahap konstruksi inilah yang biasanya paling banyak melihatkan sumber daya terbesar, terutama dalam hal penggunaan SDM, biaya, dan waktu. Pengendalian terhadap manajemen proyek pada tahap konstruksi harus diperketat agar penggunaan sumber daya dapat efektif dan efisien. Bagaimanapun, hal ini akan berdampak terhadap keberhasilan proyek sistem informasi yang diselesaikan secara tepat waktu. Akhir dari tahap konstruksi biasanya berupa uji coba atas sistem informasi yang baru dikembangkan.
5. Tahap Implementasi
Tahap implementasi merupakan tahap yang paling kritis karena untuk pertarna kalinya sistem informasi akan dipergunakan di dalam organisasi. Ada berbagai pendekatan untuk implementasi sistem yang baru didesain. Pekerjaan utama dalam implementasi sistem biasanya mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Merencanakan waktu yang tepat untuk implementasi
b. Mengumumkan rencana implementasi
c. Mendapatkan sumberdaya perangkat keras dan lunak
d. Menyiapkan database
e. Menyiapkan fasilitas fisik
f. Memberikan pelatihan dan workshop
g. Menyiapkan saat yang tepat untuk cutover (peralihan sistem)
h. Penggunaan sistem baru
Pemberian pelatihan (training) harus diberikan kepada semua pihak yang terlibat sebelum tahap implementasi dimulai. Selain untuk mengurangi risiko kegagalan, pemberian pelatihan juga berguna untuk menanamkan rasa memiliki terhadap sistem baru yang akan diterapkan. Dengan cara ini, seluruh jajaran pengguna akan dengan mudah menerima sistem tersebut dan memeliharanya dengan baik di masa-masa mendatang.
6. Tahap Pasca Implementasi
Pengembangan sistem informasi biasanya diakhiri setelah tahap implementasi dilakukan. Namun, ada satu tahapan lagi yang harus dijaga dan diperhatikan oleh manajemen, yaitu tahap pasca implementasi. Kegiatan yang dilakukan di tahap pasca implementasi adalah bagaimana pemeliharaan sistem akan dikelola.
Seperti halnya sumber daya yang lain, sistem informasi akan mengalami perkembangan di kemudian hari. Hal-hal seperti modifikasi sistem, berpedoman ke sistem lain, perubahan hak akses sistem, penanganan terhadap fasilitas pada sistem yang rusak, merupakan contoh dari kasus-kasus yang biasanya timbul dalam pemeliharaan sistem. Disinilah diperlukan dokumentasi yang memadai dan pemindahan pengetahuan dari pihak penyusun sistem ke pengguna untuk menjamin terkelolanya dengan baik proses-proses pemeliharaan sistem.
Dari perspektif manajemen, tahap pasca-implementasi adalah berupa suatu aktivitas di mana harus ada personil atau divisi yang dapat melakukan perubahan atau modifikasi terhadap sistem informasi sejalan dengan perubahan kebutuhan bisnis yang dinamis.
Metode Pengembangan Perangkat Lunak
Metode-metode pengembangan perangkat lunak yang ada pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu metode fungsi/data (function data methods) dan metode berorientasi objek (object-oriented methods). Pada intinya, metode fungsi/data memberlakukan fungsi dan data secara terpisah. Motode berorientasi objek memberlakukan fungsi dan data secara ketat sebagai satu kesatuan.
Metode fungsi/data membedakan fungsi dan data. Fungsi, pada prinsipnya, adalah aktif dan memiliki perilaku, sedangkan data adalah pemegang informasi pasif yang dipengaruhi oleh fungsi. Sistem biasanya dipilah menurut fungsi, di mana data dikirim di antara fungsi-fungsi tersebut. Fungsi kemudian dipilah lebih lanjut dan akhirnya diubah menjadi kode sumber (program komputer).
Sistem yang dikembangkan dengan metode fungsi/data sering sulit pemeliharaannya. Problem utama dengan metode fungsi/data adalah bahwa seluruh fungsi harus paham bagaimana data disimpan. Dengan kata lain, fungsi harus paham struktur datanya. Seringkali, dalam hal-hal
tertentu, tipe data yang berbeda memiliki format data yang sangat berbeda. Problem lain dalam metode fungsi/data adalah bahwa manusia secara alami tidak berfikir secara terstruktur. Dalam kenyataannya, spesifikasi kebutuhan biasanya diformulasikan dalam bahasa manusia.
Metode berorientasi-objek mencoba menstrukturkan sistem dari item-item yang ada dalam domain masalah. Metode ini biasanya sangat stabil dan perubahannya sangat sedikit Perubahan yang terjadi biasanya mempengaruhi hanya satu atau sedikit hal tertentu, yang artinya
perubahan yang dibuat hanya terjadi secara lokal di sistem.
BAB IX
KONSEP DAN APLIKASI
TEAM OF REFERENCE (TOR)
Term of Reference (TOR) menjadi
salah satu data pendukung dalam pengalokasian anggaran. Rencana kegiatan yang
diajukan harus dilampirkan TOR sebagai salah satu acuan perencana anggaran
untuk menguji kelayakan pendanaan bagi kegiatan dimaksud. Dengan demikian, TOR
bukan sekedar sebagai syarat administratif dari proses pengalokasian anggaran.
Bahkan, sebenarnya TOR dapat juga dimanfaatkan berbagai pihak seperti pimpinan
yaitu sebagai sarana untuk melakukan kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan
tersebut, pemeriksa yaitu sebagai referensi dalam melakukan pemeriksaan.
Dalam Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan No. 55 /PMK.02/2006 tanggal 12 Juli 2006 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Tahun 2007, harus memuat 5W dan 3H yaitu What, menguraikan mengenai pengertian apa dan output apa yang akan dihasilkan. Berarti tujuan yang akan dicapai oleh kegiatan tersebut secara eksplisit sudah dijelaskan dalam TOR. Apa yang mau dicapai, apa yang akan dihasilkan sudah barang tentu menjadi target dari pelaksanaan kegiatan dimaksud. Why, menerangkan tentang alasan perlunya kegiatan tersebut dilaksanakan dalam hubungannya dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja (Satker) tersebut. Kegiatan yang dilakukan oleh suatu Satker, harus mengacu pada main task –nya. Who, menjelaskan tentang penanggungjawab kegiatan dan siapa sasaran yang akan menerima layanan tersebut. When, menjelaskan rencana waktu pelaksanaan kegiatan, Where, menerangkan tentang lokasi penyelenggaraan kegiatan, serta How Long, menjelaskan tentang waktu yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan, How, menjabarkan tentang bagaimana kegiatan tersebut akan dilaksanakan? Dan terakhir How Much yang menguraikan tentang rencana biaya yang diperlukan untuk melaksankan kegiatan tersebut yang dirinci dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Dengan informasi yang disajikan didalamnya, maka TOR dapat berfungsi sebagai : Pertama, alat bagi pimpinan untuk melakukan pengendalian kegiatan yang dilakukan oleh bawahannya. Kedua, alat bagi para Perencana Anggaran untuk menilai kepantasan pelaksanaan kegiatan tersebut dari sudut pandang keterkaitan dengan main task, dan ketiga, alat bagi pihak-pihak pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan realisasi kegiatan tersebut.
Dalam Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan No. 55 /PMK.02/2006 tanggal 12 Juli 2006 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Tahun 2007, harus memuat 5W dan 3H yaitu What, menguraikan mengenai pengertian apa dan output apa yang akan dihasilkan. Berarti tujuan yang akan dicapai oleh kegiatan tersebut secara eksplisit sudah dijelaskan dalam TOR. Apa yang mau dicapai, apa yang akan dihasilkan sudah barang tentu menjadi target dari pelaksanaan kegiatan dimaksud. Why, menerangkan tentang alasan perlunya kegiatan tersebut dilaksanakan dalam hubungannya dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja (Satker) tersebut. Kegiatan yang dilakukan oleh suatu Satker, harus mengacu pada main task –nya. Who, menjelaskan tentang penanggungjawab kegiatan dan siapa sasaran yang akan menerima layanan tersebut. When, menjelaskan rencana waktu pelaksanaan kegiatan, Where, menerangkan tentang lokasi penyelenggaraan kegiatan, serta How Long, menjelaskan tentang waktu yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan, How, menjabarkan tentang bagaimana kegiatan tersebut akan dilaksanakan? Dan terakhir How Much yang menguraikan tentang rencana biaya yang diperlukan untuk melaksankan kegiatan tersebut yang dirinci dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Dengan informasi yang disajikan didalamnya, maka TOR dapat berfungsi sebagai : Pertama, alat bagi pimpinan untuk melakukan pengendalian kegiatan yang dilakukan oleh bawahannya. Kedua, alat bagi para Perencana Anggaran untuk menilai kepantasan pelaksanaan kegiatan tersebut dari sudut pandang keterkaitan dengan main task, dan ketiga, alat bagi pihak-pihak pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan realisasi kegiatan tersebut.
Biasanya TOR mengandung beberapa
poin penting yang kudu diperhatikan si pengisi materi. Poin-poin tersebut di
antaranya :
-
Judul
-
Tujuam umum
-
Tujuan khusus
-
Hari,tanggal dan waktu
-
Resume
-
Kondisi
-
Metode
-
Keterangan
BAB
X
KONSEP
DAN APLIKASI SYSTEM REQUIREMENTS SPECIFICATION (SRS)
Definisi
-
Merupakan
spesifikasi (tertulis dalam dokumentasi) untuk produk,program (set program)
perangkat lunak tertentu
-
Mengikuti
standard ANSI IEEE STD 830-1984 Guide to S/W Requirements Specification
-
Mencakup
2 bagian deskripsi :
1.definisikan masalah tertentu
2. menentukan cara penyelesaian
masalah
Karakteristik
-
Unambiguos
(tidak membingungkan)
-
Complete
(lengkap)
-
Correctness
(tepat sesuai kebutuhan)
-
Verifiable
(mudah diverifikasi)
-
Consistent
(tidak kontradiksi)
-
Modifiable
(mudah dimodifikasi)
-
Portability
(fleksible untuk dipindahkan)
-
Traceable
(mudah untuk di lacak)
-
Usable
(tahap operasi dan maintenance)
SRS dipergunakan oleh :
-
Software
customers (untuk mendapatkan kebutuhan PL)
-
Software
suppliers (mengerti keinginan customers
-
Individu-individu
lainnya untuk :
1.pengembangan outline standart SRS
2.mendefinisikan SRS lebih spesifik
3.mendukung pengecekan kualitas SRS
Outline SRS
1.Pengenalan
1.tujuan
2.cakupan
3.definisi
4.referensi
5.gambaran
2.Gambaran umum
-
Perspektif
produk
-
Fungsi-fungsi
produk
-
Karakteristtik
user
-
Batasan
umum
3.Gambaran spesifik
-
Rincian
khusus definisi requierements
-
Latar
belakang
4.Lampiran dan Index
Pembentukan SRS
1.Objektif
-
persetujuan kerja dengan pelanggan
- data kebutuhan teknis yang harus
dipenuhi PL
a.fungsi : data, sifat, fungsinya
b. nonfungsi : keteguhan, ergonomis, kinerja, pembatas
disahkan oleh review antara developer
dengan pelanggan
2.Syarat :
- mudah diidentifikasikan
- diuraikan dengan jelas, mudah, dan
singkat
- divalidasi (dapat diuji dan diakses)
- ketertulusuran
3.Hindarkan :
- lebih spesifikasi
- inkonsistensi
- kemenduaan
- bukan mimpi
SRS Mencakup :
Deskripsi lengkap, jelas dan akurat
antarmuka eksternal system seperti :
-
SW
lainnya
-
komunikasi
port
-
hardware
-
human
users
Termasuk 2 requirements sebagai
berikut :
-
perilaku
(input,output,interrelasi/transformasi fungsi)
-
nonperilaku
(pendefinisian atribut,deskripsi tingkat efisiensi,sekuritas,reliability dan
lain-lain)
CONTOH OUTLINE SRS SPECIFIC REQUIREMENTS
3.SPECIFIC REQUIREMENTS
3.1 FUNCTIONAL REQUIREMENTS
3.1.1 FUNCTIONAL REQUIREMENTS 1
3.1.1.1 Introduction
3.1.1.2 Inputs
3.1.1.3 Processing
3.1.1.4 Outputs
3.1.2 FUNCTIONAL REQUIREMENTS 2
3.1.2.1 ………. Dan
seterusnya
Langganan:
Postingan (Atom)